«Jadikan orang yang tidak menyukaimu sebagai motivasi menjadi pribadi lebih baik»
♪Dirgantara♪
Awas typo nya
HAPPY READING
♪
♪
♪
Steven mencuci mukanya di wastafel kamar mandi ia melihat dirinya di cermin dan melihat seseorang yang ia temui tadi di lapangan ikut mencuci muka disampingnya.
Saat ingin beranjak pergi dikamar mandi suara Dirgantara menghentikan langkahnya.
“Jauhi Vania.”
Steven berhenti mendengar nama cewek yang ia kenal ia membalikkan badannya melihat punggung tegap kakak kelasnya.
Mereka berdua saling pandang melalui cermin, “Siapa nya Vania lo?”
Dirgantara tersenyum miring merasa tidak ada jawaban Steven memutuskan untuk pergi dari sana menuju kelas sebab terdengar bel masuk berbunyi.
Steven menuju bangkunya yang ada dibelakang ia duduk kemudian matanya mengarah pada bangku milik Vania melihat cewek itu mengobrol dengan teman sebangkunya yang tak lain Citra. Steven teringat dengan 2 ucapan yang masih membuatnya bingung dan otaknya mulai muncul pertanyaan-pertanyaan.
Kedatangan seorang guru membuat dirinya mengalihkan pandangan ke depan. Cowok itu sedari tadi tidak fokus ia melihat ke arah guru yang ada di depan sedang menerangkan materi memang tatapan Steven mengarah pada guru tersebut tetapi tidak dengan pikirannya yang terus memikirkan ucapan kakak kelasnya yang beberapa jam ia jumpai.
“Ngapain gue terus mikirin sih anjing.”
“Tapi gue penasaran.”
“Ada hubungan apa ya mereka berdua?”
“Bodo lah nanti gue tanya orangnya aja langsung,” batin Steven menggerutu dengan ekspresi kek orang tolol.
Steven menunggu Vania di depan kelas sambil memperhatikan murid-murid lainnya berlalu lalang. Bel puang sudah bunyi sejak beberapa menit yang lalu saat melihat orang yang ia tunggu akhirnya keluar juga jalan melewati dirinya tanpa melihat kearahnya. Steven menarik tas belakang Vania hingga mundur tepat didepannya.
“Kenapa sih Steven?!”
“Main narik aja lo monyet,” Steven mengarahkan jari telunjuknya di depan Citra.
“Diem gue ga ada urusan sama lo nenek lampir,” Citra ingin memukul cowok itu tapi ia tahan.
“Pulang bareng gue,” ujarnya pada Vania.
“Tapi aku pulangnya bareng sama Citra,” jawab Vania melihat ke arah sahabatnya.
“Biarin tuh nenek lampir pulang sendiri lo pulang bareng gue,” Steven memegang pergelangan tangan Vania.
Steven menarik langsung tangan Vania tanpa menunggu jawaban dari cewek itu.
“Heh temen gue mau lo bawa kemana?” tanya Citra mencegah Steven.
“Udah pulang sendiri aja sana lo rabies gue ada urusan sama dia,” setelah mengatakan itu mereka berdua hilang dari hadapan Citra.
“Rabies? Bangsat juga tuh cowok."
Citra menghela nafas ia kembali jalan keluar halaman sekolah dan menunggu angkot di depan sekolah untuk menuju tempat kerjanya.
Di tempat parkir mobil. Vania dan Steven sudah berada di dalam tetapi Steven sejak tadi tidak mengucapkan apapun membuat Vania bosan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love (END)
Teen FictionKakak Tingkat > my first love Start : 01 Okt 22 Pub : 09 Des 22 End : 17 Agus 2024
