Bab 17 Request

26 0 0
                                        

Di apartemen, Hanna sedang bersiap-siap. Dia memakai pakaian santai yang dibelikan oleh Edgar.

"Bagus tidak?" tanya Hanna.

"Bagus, Sayang. Cantik," puji Edgar menatap Hanna yang menggunakan dress berwarna biru laut dengan tali spageti yang menghias bahunya.

"Jangan tatap aku begitu. Aku malu," kata Hanna dengan wajah bersemu merah.

"Hahaha, kamu menggemaskan," balas Edgar.

"Iya-iya. Sekarang pergi yuk, nanti teman kamu nunggu kelamaan," kata Hanna.

"Mereka mah makin malam makin senang," balas Edgar.

"Memang teman kamu kelelawar, makin malam tambah senang," kata Hanna geleng-geleng kepala.

"Sepertinya satu spesies," balas Edgar sambil tertawa terbahak-bahak dan merangkul pinggang Hanna.

Hanna menatap Edgar yang memakai kaos, celana jeans dan sepatu kets makin terpesona dengan ketampanan pria itu.

"Kita ke mobil sekarang. Apa kamu sekarang terpesona sama aku?" tanya Edgar menoel hidung Hanna.

"Kamu kepedean kamu," jawab Hanna.

Edgar melihat Hanna pergi begitu saja mengejar Hanna dan membawa perempuan itu masuk ke dalam pelukannya.

"Jangan lari dong, nanti jatuh. Aku tidak bisa jauh jauh dari kamu," kata Edgar merangkul erat Hanna.

Edgar membawa Hanna hingga masuk ke dalam mobil.

***

Di tempat hiburan, suara musik berdentum kencang. Semua orang sibuk menikmati musik, minuman dan cemilan mereka sambil menggerakkan badan mereka.

"Eh, si Edgar mana? Lama banget," kata Gisel.

"Sayang, tidak usah terburu-buru. Santai saja," balas Frank sambil menyeruput minumannya.

"Gadis yang mau jadi mangsa teman kita itu seperti apa?" tanya Gisel.

"Sudah, jangan ngomong sembarangan. Nanti kamu bisa habis sama Edgar," tegur Frank.

"Iya benar, mending lu diam aja sebagai calon kakak ipar gue biar semuanya terkendali," kata Jacob.

"Tidak adik tidak kakak sama aja," balas Gisel.

"Memang baru tahu?" ejek Jacob dan Frank berbarengan.

"Kalian ngakak banget sih," kata Max.

"Iya kakak kamu tuh tidak jelas," balas Gisel.

"Sudah, ini kita harus nunggu berapa lama lagi? Edgar lama banget nih," kata Leo.

"Memang lu ada acara apa?" tanya Frank sambil menyilangkan tangannya.

"Ya gue ada urusan lain," jawab Leo.

"Paling lu ada urusan sama wanita tidak jelas lu," balas Frank.

"Ya kalau coba hal baru dikit, tidak masalah dong," kata Leo.

"Sudah, kalian diam deh. Apa sih mau coba hal baru? Memang kalian pikir keripik kentang, dicoba dulu," balas Gisel.

"Ini lagi. Kita semua pria, ngapain cewek satu ini ikut?" tanya Leo.

"Leo keripik kentang ngeselin banget sih," balas Gisel sambil berdiri dan mencubit Leo.

"Awh, gila sakit tahu! Cewek lu gila nih, Frank," kata Leo.

"Sayang, kok tangan aku ditarik sih?" tanya Gisel mencebikkan bibirnya saat tangan dia digenggam Frank.

Frank mengecup punggung tangan kekasihnya. "Kekasihku yang cantik, tangan kamu ini hanya boleh menyentuh aku saja," jawab Frank dengan senyum manisnya.

Edgar PrisonerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang