Bab 43 Angel Eyes

5 1 0
                                    

Hanna meminta maaf pada Edgar. Dia merasa bersalah sudah membuat pria itu terkejut.

"Tidak apa-apa. Sini aku bantu menaikan kaki kamu ke ranjang," kata Edgar sambil membantu menaikkan kembali kaki Hanna.

Tidak lama suara pintu diketuk dari luar terdengar membuat Hanna meminta Edgar membuka pintu dulu. Edgar menurut, dia membuka pintu lalu melihat siapa yang datang.

"Mama mau kasih Hanna minum jus apel," kata Agatha.

"Mama seharusnya tadi suruh pelayan aja yang antar," balas Edgar sambil menggeleng-gelengkan kepala saat melihat kelakuan mamanya.

"Sayang," kata Agatha.

"Iya, Ma," balas Hanna sambil tersenyum dan memakai selendang hingga menutupi kepalanya.

"Ini ada jus apel buat kamu," kata Agatha.

"Mama yang buat?" tanya Hanna.

"Iya aku yang buat," jawab Agatha sambil memegang gelas dan menyodorkan sedotannya ke bibir Hanna.

"Ma, aku bisa pegang sendiri," balas Hanna.

"Sudah, biarkan mamaku yang pegang, Hanna," kata Edgar.

"Aku jadi merasa lemah," balas Hanna.

"Tidak apa-apa sesekali menjadi lemah," kata Agatha.

"Mama jangan begitu sama aku," balas Hanna sambil menyeruput jusnya perlahan.

"Haus?" tanya Edgar saat melihat Hanna yang meminum jus dengan cepat.

"Pasti kamu tidak memberikan minuman ke Hanna," kata Agatha.

"Ma, Hanna tidak minta," balas Edgar.

"Ma, aku sudah selesai minum," kata Hanna.

Agatha menaruh gelas yang sudah kosong ke meja.

"Sayang, minumannya enak?" tanya Agatha.

"Enak, pasti bikinnya dengan cinta," jawab Hanna.

"Sayang, Aku yang seharusnya buat minuman itu kalau dengan cinta," balas Edgar sambil duduk di samping Hanna dan memeluk Hanna erat.

"Kalian romantis sekali," kata Agatha.

"Iya dong," balas Hanna.

"Kalian nanti malam mau makan apa?" tanya Agatha.

"Ma, makan malam masih lama," jawab Edgar.

"Mama tidak bertanya sama kamu kok," balas Agatha.

"Hanna mau bantuin masak, boleh?" tanya Hanna.

"Sayang, kamu belum boleh berdekatan dengan asap. Jangan nakal," balas Edgar sambil menoel pipi Hanna.

"Mama nanti masak dibantu pelayan, kamu mau makan apa?" tanya Agatha.

"Aku bisa makan apa aja kok," jawab Hanna.

"Mama nanti jangan buatkan gorengan atau makanan laut untuk Hanna, aku takut dia gatal," kata Edgar.

"Oke," balas Agatha.

Agatha keluar dari kamar membuat Edgar langsung menatap Hanna.

"Kamu mau lihat taman?" tanya Edgar.

"Mau. Taman itu di luar rumah ini?" tanya Hanna.

"Bukan di luar. Di rumah ini ada taman," jawab Edgar.

"Aku mau lihat," balas Hanna dengan penuh semangat.

"Tunggu sebentar, aku ambil kursi roda kamu," kata Edgar.

Edgar PrisonerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang