Bab 8 Stranger

30 1 0
                                    

Edgar yang tidak mendengar suara Hanna lagi memanggil Hanna berkali-kali.

"Hanna, kamu masih di sana?" tanya Edgar.

"Iya aku di sini. Kenapa orang itu sudah tidak ada?" tanya Hanna.

"Aku sudah bilang ke kamu tidak mungkin mereka berlama-lama di sana. Sudahlah, kamu ini terlalu polos dan tidak mengetahui sebenarnya orang-orang itu menginginkan apa dari kamu," tegur Edgar.

Hanna menganggukkan kepalanya. Dia tahu dia terkadang terlalu peduli kepada orang lain, tapi orang lain tidak memedulikan dia.

"Iya kamu benar. Kadang aku bisa terlalu baik pada orang," balas Hanna.

"Ya sudah sekarang lebih baik kamu istirahat. Lupakan yang terjadi tadi, tidak perlu dipikirkan," titah Edgar.

"Iya terima kasih, Sayang. Oh iya, kamu lagi apa dan sudah makan?" tanya Hanna lembut.

"Hanna, aku khawatir sama kamu. Aku sudah makan, tapi aku tidak nafsu kalau aku belum tahu bagaimana kabar kamu," tutur Edgar.

"Maaf aku sudah membuat kamu khawatir, Sayang," kata Hanna.

"Tidak apa-apa. Aku yakin perlahan kamu bisa mengerti orang seperti apa di sekitar kamu, jadi tolong jangan terlalu baik sama seseorang," balas Edgar.

"Iya Sayang," kata Hanna.

Edgar melihat panggilan itu sudah terputus melangkah ke ruang bawah tanah yang ada di perusahaannya bersama Gustav. Saat sudah sampai di sana, dia tersenyum menatap pria yang berhasil ditangkap oleh suruhannya.

"Siram dia dengan air es batu itu sampai bangun," perintah Edgar.

Byur

Semua orang suruhan Edgar langsung menyiram pria itu. Gustav tahu Edgar tidak akan main-main dengan orang yang akan merusak urusan Edgar saat ini.

"Welcome back, Victor," sapa Edgar.

Victor terbatuk-batuk sambil berusaha menggerakkan tangannya agar terlepas. Tangan dia digantung di langit-langit dengan menggunakan rantai.

"Saya tidak ada urusan dengan kamu lagi. Saya bukan anak buahmu," kata Victor.

"Hahaha, berani sekali kamu berkata seperti itu," ejek Edgar.

Semua orang yang di sana seketika bergidik ngeri mendengar tuannya yang tertawa menyeramkan saat ini.

"Jauhi gadis itu. Dia bukan mainan yang cocok untuk Tuan. Dia gadis yang baik, Tuan Edgar, jangan ganggu," pinta Victor.

"Saya tidak mempermainkannya. Saya selalu menjaga dan membuat dia senang bersama. Dia sekarang kekasih saya dan apa yang saya lakukan itu demi kebaikannya," balas Edgar.

"Tuan Edgar, saya sudah tahu apa yang Tuan lakukan pada para gadis di luar sana," ucap Victor.

Bugh bugh

Victor dipukul lagi oleh salah satu pengawal Edgar.

"Victor, apa kamu tahu sedang berbicara dengan siapa saat ini, hmm?" tanya Edgar.

"Anda bukan siapa-siapa untuk saya lagi," jawab Victor.

Edgar berdecak. Dia mendekati Victor lalu mencengkram dagunya.

"Kamu akan lihat bagaimana saya menghancurkan hidupmu beserta keluargamu," kata Edgar dengan senyum miringnya.

"Tuan, apakah kita akan menahan dia di sini?" tanya Gustav.

"Iya tahan di sini saja dan beritahu dia apa yang akan kita lakukan pada keluarganya," jawab Edgar.

"Jangan sentuh keluarga saya. Tolong lepaskan saya!" teriak Victor.

Edgar PrisonerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang