"Aku membencimu, Edgar. Biarkan aku pergi, aku tidak akan menuntut apa pun dari kamu," kata Hanna.
"Kamu pikir aku akan membiarkan kamu pergi? Kamu ini bagaikan berlian di hatiku," balas Edgar tersenyum miring.
"Kamu bilang berlian? Berlian yang sudah kamu buang dan sia-siakan!" teriak Hanna.
"Hanna, berteriaklah terus," kata Edgar.
Edgar menunduk lalu melihat mata Hanna yang sembab dan terlihat ketakutan padanya.
"Kamu jahat!" teriak Hanna.
Hanna membuang salivanya pada Edgar, tapi pria itu diam saja dan mengelap wajahnya dengan kasar.
"Jadi kamu berani padaku," gumam Edgar.
Edgar berdiri tegak lalu memanggil David. Dia meminta David untuk mencelakai adiknya Hanna membuat mata perempuan itu membulat.
"Apa-apaan kamu?!" teriak Hanna.
"Kenapa? Kamu sendiri yang memilih jalan seperti ini," kata Edgar tertawa mengerikan.
David membuka ponsel. Dia menelpon pengawal lain untuk melakukan rencana yang sudah diatur.
'Tidak, aku mohon jangan lakukan apa pun pada adikku," kata Hanna histeris.
Hamna ingin merebut ponsel David, tapi dirinya ditahan oleh Edgar.
"Tuan, bagaimana?" tanya David.
"Hanna kamu mau makan bersamaku? Kita akan makan sambil menonton pertunjukkan adik kamu," kata Edgar.
"Tidak, aku mohon jangan celakakan adikku. Aku akan menurut," balas Hanna terisak di dekapan Edgar.
"Oke, waktunya kamu minum obat terlebih dahulu," kata Edgar.
"Aku mohon jangan sentuh keluargaku. Apa mau kamu, kamu mau berikan aku pada pria lain? Kamu lebih baik bunuh aku daripada kamu menyakiti keluargaku," kata Hanna.
"Aku tidak jadi menyentuh keluarga kamu, apalagi sekarang kamu terlihat manis saat memohon padaku. Aku suka kamu seperti ini," balas Edgar.
David mematikan ponselnya ketika melihat kode dari tuannya. Dia perlahan keluar dari kamar meninggalkan Edgar bersama Hanna.
Hanna menuruti Edgar. Dia saat ini duduk dan meminum obat yang diberikan pria di hadapannya.
"Edgar, tolong jangan sakiti keluargaku," pinta Hanna.
"Sayang, lihat aku," perintah Edgar.
Edgar memegang dagu perempuan di hadapannya. Mata mereka saling menatap.
"Apa yang kamu mau dari aku?" tanya Hanna.
"Sayang, aku menginginkan dirimu. Aku ada tawaran lebih menarik dibandingkan aku harus membiarkan kamu melayani pria lain," jawab Edgar sambil duduk di samping Hanna dan merangkulnya.
"Tawaran lebih menarik, tawaran apa?" tanya Hanna.
"Kamu menjadi simpananku. Aku akan memberikan apa pun untuk kamu, bagaimana?" tanya Edgar.
Hati Hanna terasa sangat hancur berkeping-keping saat mendengar orang yang dia cintai benar-benar gila dan tidak pernah menghargai perasaannya.
"Aku tidak mau. Dasar pria jahat!" teriak Hanna.
"Sayang, kamu tahu kamu bermimpi terlalu tinggi bisa mendapatkan pria seperti aku menjadi kekasih kamu. Jadi simpanan saja sudah paling bagus," kata Edgar.
"Aku bermimpi punya kekasih seperti kamu? Kamu yang mengejar aku, apakah kamu lupa?" tanya Hanna.
"Oh begitu, mari kita lihat sekarang siapa yang memohon pada akhirnya," jawab Edgar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Edgar Prisoner
RomanceWarning : Adult and explicit sensual content! Semua kejadian pasti ada sebabnya. Itulah yang dialami oleh Hanna Silvan. Tapi sayang, dia sudah terlanjur terjebak di sebuah tempat di mana banyak suara tangisan dari para gadis karena kebodohannya. Bet...