39. Awal dari semuanya

35 1 1
                                        

00.25

Happy reading

Seorang bocah berusia 15 tahun tengah menangis dirumahnya saat melihat neneknya demam, dan bahkan terbatuk batuk. "Nek kita Kerumah sakit sekarang yah!"

"Nenek ga punya uang, mending uangnya buat makan."

Bocah itu menggeleng. "Ga mau! Makan kan bisa minta bunda."

"Udah nenek bilang. Jangan pernah minta ke orang tua kamu. Orang tua kamu mana peduli sama nenek tua ini."

Bocah itu tak mendengarkan, ia mengambil ponselnya yang di belikan oleh orang tuanya. "Assalamualikum bun?"

"Kenapa lagi? Mau minta uang lagi? Bukannya bunda udah sering transfer kamu? Bunda taruh kamu disemarang biar hidup sederhana sama nenek kamu, bukannya belajar hemat malah tambah boros."

"Bunda, kasa butuh uang."

"Kamu tuh harusnya bisa contoh kakak kamu! Yang dikit dikit ga duit duit duit terus! Ayah taruh kamu disemarang buat berubah!"ucap lelaki paruh baya yang memotong pembicaraan sang istri.

"Nenek sakit ayah."

"Bohong kamu! Kemaren ayah udah kasih ke kamu gegara nenek sakit! Jangan ngibulin ayah! Kamu dikasih jatah 1 juta perbualan bukannya udah cukup?"

Ezra kecil tak bisa menahan amarahnya tangannya mengepal, yang ayahnya tau ia adalah anak bandel, padahal kemaren uang yang dikasih sang ayah untuk biaya pengobatan nenek dan menghibur nenek untuk belanja di mall.

Ia bahkan hanya mendapat 10% uang yang di kasih sang ayah. Ezra bukan hanya ingin menginap dan menyusahkan neneknya, apa sih susahnya Ezra ingin membuat neneknya bahagia?

Ezra menangis. "Kasa mohon yah, kasa butuh uang sekarang."

"Kamu kira ayah bodoh? Kemaren uang yang ayah kasih bukannya buat bertahan hidup malah buat ngemall, kasa kamu udah besar harus bisa menghemat. Kamu udah kelas enam."

"Sekolah mu saja sudah mahal, nilai mu tak ada yang bisa memuaskan ayah, duit terus, kamu ayah tinggal disemarang biar ga sombong dan berfoya foya."

"Bener itu zra, kakak kamu mu loh nurut! Nilai bagus, membanggakan, mau apa pun bakal diturutin, kamu cuma bisa habisin uang ayah. Nak uang tuh susah dicari."ceramah sang bunda, bukan mendapat uang Kasa malah mendapati ceramah sang bunda yang membuat kupingnya panas.

"BUNDA! INI IBU BUNDA LOH? LAGI SAKIT BUTUH UANG BUAT BEROBAT!

"KASA!! KAMU BERANI MBENTAK BUNDA? BUKANNYA DIRAWAT NENEK MAKIN BAIK MALAH MAKIN GA TAU DIRI!"bentak Eza.

"Udah yah, lagian setau bunda kemaren mamah lagi baik baik aja, ga usah ngaca ngada, paling juga cuma demam biasa.

"Kasa tau hubungan bunda sama nenek ga baik, tapi bunda anaknya nenek, walaupun nenek udah bikin sakit bunda. Bunda sebagai anak ga punya insting kalo ibunya lagi sakit?"tanya Ezra, yang disebrang dibuat kicep, tak tau harus apa.

"Ga usah sok tau! Bunda sama nenek baik baik aja!"bohong Eka.

Kasa tertawa. "Dewasa. Dewasa cuma tau uang, membedakan, mendengar satu pihak, bohong, bahkan saling menjatuhkan."

"Kurang ajar kamu kamu!"

"Toh bener? Kalian hanya tau membedakan? Uang? Dan masih banyak lagi."

"Angkasa Ezra Mahenta!"teruak Eza.

"Kalo ga mau kasih uang tinggal ngomong!"

Tuttt!

"Kasa."panggil lirih nenek.

EzraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang