BAGIAN SEMBILAN

102K 4.4K 130
                                        

Gevano diam di tepi kolam renang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gevano diam di tepi kolam renang. Pandangannya terarah pada orang-orang tua ditaman yang sedang makan-makan. Ada berbagai macam jenis makanan tersedia di meja panjang.

Ada Grandpa, Grandma, Kakek dan nenek yang datang berkunjung kerumahnya. Entah ini acara apa, tapi sedengar Gev tadi kakeknya baru saja memenangkan tender proyek besar. Mungkin ini semacam syukuran. Ah Gev tidak tau jelasnya.

Kadang kala rasanya Gev merasa sepi. Menjadi anak dan cucu tunggal tak semenyenangkan itu. Iya memang benar limpahan kasih sayang hanya untuk dirinya seorang. Tapi Gevano kesepian. Itulah alasannya Gevano gila nongkrong, karena dirinya butuh teman.

"Diem aja ini jagoan kakek." Farhan menghampiri. Ikut duduk disamping Gevano. Menepuk pundaknya pelan.

Gevano mengulas senyumnya. "Cair berapa kek?"

Mendengar pertanyaan cucunya, Farhan tertawa. Ciri khas ketawa kakek-kakek.

"Tiga ratus." Jawabnya lungas.

"Tiga ratus juta?"

"Milyar."

Gevano hampir tersedak air liurnya. Jadi ini alasannya mengapa ia tak pernah merasakan miskin. Gevano jadi ingat cerita Janu dulu, katanya ayahnya sempat bangkrut dan untuk makan saja susah. Dan bodohnya Gevano bertanya saat itu pada Genta.

"Daddy kapan kita bangkrut?"

Saat itu Genta tak menjwab melainkan menjawir hidungnya lumayan kencang. Dan entah kapan itu akan terjawab, karena sekarang saja keluarganya malah semakin kaya. Enaknya jadi anak dan cucu tunggal ya ini. Menjadi satu-satunya pewaris tahta.

"Gev mau apa?"

Pertanyaan yang kerap kali ditanyakan jika Daddy, Grandpa dan Kakek sedang mendapat uang berlimpah. Kadang Gevano bingung harus menjawab apa, karena dia tak tau apa yang dia inginkan. Karena semua barang yang dia inginkan sudah dia dapatkan.

"Motor mau? Oh atau mobil lagi mau Gev?"

Gevano menggeleng. "Dua bulan yang lalu udah dibeliin Grandpa. Nggak usah kek, Gev lagi nggak pengen apa-apa."

"Yang dibeliin Grandpa kemaren Koenigsegg CC850 kan?"

Gevano mengangguk. Itu saja karena paksaan. Padahal Gevano tak terlalu ingin.

"Bugatti divo, belum kan?"

"Belum. Tapi Gev nggak kepengen kek."

Farhan menghela nafas berat. Cucunya hanya Gev, tapi anak itu tidak mau dibelikan apa-apa. Terus uangnya harus untuk apa?

Genta dan Adit menghampiri. Ikut bergabung dengan keduanya ditepi kolam renang.

"Kenapa pa?"

"Gev nggak mau dibeliin apa-apa. Katanya lagi gaada yang dipengen." Farhan menjawab lesu.

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang