BAGIAN TIGA PULUH ENAM

77K 3.3K 227
                                        

Sudah hari kedua, tandanya esok Gevano bisa kembali memeluk Anna-nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah hari kedua, tandanya esok Gevano bisa kembali memeluk Anna-nya. Ah, sial Gevano tak bisa menahan diri jika melihat Shazana.

Dari kemarin sengaja Gevano sibukan dirinya dengan belajar, bermain basket, nongkrong atau bermain gitar. Pokoknya kemarin Gevano paksakan dirinya agar tak melulu memikirkan Shazana.

Hari ini ujian ke-dua. Gevano membolak-balik kertas catatan matematikanya. Sebenarnya semua rumus yang sudah dipelajari dia sudah hapal diluar kepala. Belajar disekolah sebelum bel hanya formalitas saja.

"Bisa kali Gep berbagi." Athala berucap.

"Gila banget masih pagi udah matematika." Janu geleng kepala. Pusing banget dia. Kepalanya panas banget dari semalem ngapalin rumus tapi yang bisa diinget cuma satu.

"Belajar gak belajar tetep aja remed." Glen menguyah permen karet.

"Kalo udah belajar tapi tetep remed ya gak apa-apa. Tandanya udah berusaha, tapi mungkin usahanya masih kurang." Rey yang duduk disamping Gevano berucap bijak.

Keempatnya mengangguk setuju. Ya memang benar apa yang dikatakan Rey barusan. Kalau sudah belajar tapi hasilnya tetap remed ya gak apa-apa, mungkin usahanya memang kurang. Yang salah tuh kalau gak belajar terus pasrah saja bakal remed nantinya, itu baru salah. Karena gak ada usahanya diawal.

"Gue mau belajar ah." Glen turun dari meja.

"Kemana Len?" Janu bertanya.

"Ruang sebelah. Belajar bareng Viola."  Glen nyengir lebar setelah mengatakan itu.

"Sekalian ini Len." Gevano serahkan kertas catatannya pada Glen.

Lima lembar kertas yang isinya berbagai rumus beserta penjelasannya.

"Kasih Nana?" Glen bertanya dan langsung diangguki Gevano.

"Kenapa gak lo aja Gep yang ngasih?" Janu menyenggol lengannya.

Gevano hanya memberikan gelengan kepala sebagai jawaban. "Jangan bilang itu catetan punya gue Len."

"Lah gimana kocak. Ini jelas banget tulisan lu."

"Ya bilang aja punya siapa. Jangan bilang punya gue."

Athala geleng kepala. "Lagi berantem aja masih sempet-sempetnya perhatian."

"Bukan gitu. Anna lemah dikit di matematika. Dia suka lupa rumus. Itu dicatetan gue rumusnya lengkap, gue kasih penjelasan juga. Contoh soalnya ada dilembar paling belakang." Jelas Gevano.

Yang lain sampai melongo mendengarnya. Ini mah jelas sengaja Gevano buat catatan itu memang tujuannya untuk Shazana.

"Gak mau Lo aja ini Gep yang ngasih?" Glen kembali bertanya.

Gevano menggeleng. "Gak bisa. Tolong ya Len. Bilang catetan Rey atau siapa kek. Awas ya tai lo bilang itu punya gue!"

Glen berdecak. "Gue bilang dah ini catetan gue."

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang