BAGIAN TIGA PULUH DUA

78K 3.3K 316
                                        

"Jadi Clara balik indo?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi Clara balik indo?"

Gevano mengangguk. Wajahnya dia usap dengan kasar. Gevano tak fokus mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru didepan sana. Pikirannya penuh dengan Shazana.

Glen disampingnya jadi ikut pusing. "Makanya Lo kalo main sama Clara ajak bocah juga Gep. Biar gak jadi salah paham begini."

Clara Angelina, gadis cantik dengan rambut sebahu. Saat masih SMP Clara lumayan akrab dengan Gevano dan teman-temannya. Mereka bahkan berteman sangat baik. Tak jarang juga Clara ikut nongkrong bersama Gevano dan keempat temannya.

Tapi saat lulus Clara tak memilih SMA yang sama dengan Gevano dan yang lainnya. Karena Clara harus ikut sang Mama membuat perempuan itu melanjutkan pendidikannya di Jepang.

"Gue mana tau kalo ujungnya bakal gini. Niat gue main bentar sekalian nunggu Shazana kelar kerja kelompok."

"Bego dah. Itu cewek lu nanyain gua sama anak-anak lagi sama lu apa nggak. Khawatir banget pasti dia."

Gevano terdiam, rasanya kepalanya sangat penuh. Dari pagi Shazana menghindarinya, Gevano tahu betul. Bagaimana dia akan meminta maaf dan menjelaskan semuanya jika Shazana saja selalu menghindar.

Gevano bangkit berdiri. Mengambil handphonenya diatas meja.

"Mau kemana lu?"

"Warbeh." Balasnya santai.

Glen tarik baju seragam Gevano, membuat sang empunya menghentikan langkah.

"Jangan bolos tolol. Bentar lagi UAS."

"Bentar doang nanti gua balik lagi."

Gevano berlalu pergi. Glen cuma bisa geleng kepala. Dia nyerah kalo udah berurusan sama kepala batunya Gepano.

"Izin toilet pak."

Setelah mendapat izin Gevano keluar kelas. Jalannya sedikit lambat ketika melewati kelas Shazana, hanya ingin melihat rupanya Shazana hari ini.

"Rambutnya kenapa gak dikuncir sih Na, gerah kamu itu." Monolognya.

Sementara Shazana yang berada di dalam entah mengapa kepalanya tiba-tiba menoleh pada jendela kiri.

Tatapan keduanya bertemu. Tapi Shazana lebih dulu memutus. Perempuan itu kembali mencatat materi tanpa perduli pada Gevano yang masih memperhatikannya dari sana.

Setelah puas melihat Shazana, Gevano lanjutkan jalannya yang sempat terhenti.

Dia benar-benar pergi ke Warbeh. Untung saja saat ini Pak Ipul sedang tak berjaga, jadi Gevano bisa bebas bolos tanpa harus susah-susah berhadapan dengan Pak Ipul.

"Ngapa lagi elu Gep, bolos gini?" Babeh bertanya sembari mengelap meja.

Gevano kepulkan asap rokok dari nikotin yang dia hisap barusan. "Mumet Beh."

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang