BAGIAN EMPAT PULUH TIGA

69.8K 3K 49
                                        

Langit mulai menggelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit mulai menggelap. Gevano jemput Shazana yang berada dirumah Samudra, apa lagi jika bukan latihan untuk pensi.

Tadi Shazana tak ingin langsung pulang. Katanya ingin banyak bercerita dengan Gevano. Jadilah Gevano membawanya ke apartemennya.

"Aneh banget gak sih? Menurut kamu gimana?"

Gevano diam untuk beberapa saat. Masih mencerna rentetan cerita yang Shazana ceritakan.

Shazana berada dipangkuannya. Menceritakan beberapa kejanggalan yang dia rasakan. Semua tentang Samudra. Gevano kesampingkan rasa cemburunya kali ini. Demi kekasih tersayang dia dengarkan perempuannya ini bercerita mengenai lelaki yang belum lama ini selalu bersama.

"Aku gak ngerti ini emang kebetulan atau apa. Tapi kenapa kebetulannya sesering itu deh? Aku awalnya gak ambil pusing. Gak mau aku pikirin, tapi lama-lama malah jadi kepikiran."

Shazana selama beberapa minggu ini pendam penasarannya. Pendam rasa ingin tahunya mengenai Samudra. Saat banyaknya kemiripan yang terjadi antara dirinya dan Samudra, awalnya Shazana coba untuk abai tapi semakin kesini seakan tak diperbolehkan untuk abai mengenai ini.

Dari hal sekecil sama-sama menyukai susu stroberi, memiliki selera musik yang sama, ah atau bahkan sama-sama tak menyukai daun bawang yang berada dibubur.

Awalnya hal kecil itu Shazana tak terlalu memikirkannya, toh banyak diluar sana yang sama dengan mereka berdua.

Tapi untuk kejadian tadi sore Shazana malah jadi kepikiran. Sebab, tadi sore Shazana tak sengaja melihat bingkai foto masa kecil Samudra. Ada satu foto yang buat Shazana kepikiran sampai sekarang.

Foto saat Samudra lahir. Disebelahnya ada alamat lengkap rumah sakit tempat dimana Samudra dilahirkan. Beserta biodata dari bayi yang baru dilahirkan.

Rumah sakit dan tanggal lahir Samudra sama dengan Shazana. Shazana sampai harus menanyakan kebenarannya pada Samudra.

Dan nama belakang Samudra membuat kebingungannya makin terasa.

Amerta.

Shazana atur napasnya yang memburu. "Aneh, aku gak ngerti———"

"Relax baby." Gevano usap dengan lembut pipi Shazana.

Dia paham betul perasaan Shazana saat ini. Beberapa kejadian yang terlalu tiba-tiba.

"Mau coba diomongin sama Ayah nggak?"

Shazana menggeleng. "Ayah gak pernah mau kasih tau aku tentang apapun yang berkaitan sama kelahiran aku. Bang Fariz juga sama."

Gevano mengangguk. Tarik kekasihnya untuk dia peluk erat. Punggung Shazana dia usap. Sesekali pundaknya Gevano kecup lembut.

"Mau aku bantu cari tau?" Gevano bertanya lebih dulu, sebab ia menghargai Shazana. Dia tak akan memaksa Shazana jika perempuan itu tak mau ia ikut campur lebih lanjut.

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang