• 𝐒𝐐𝐔𝐄𝐋𝐋 𝐆𝐄𝐍𝐙𝐎 •
❌ DILARANG KERAS PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN ‼️
-
Perihal jatuh cinta semesta jagonya curang. Mempertemukan dua hati tanpa rasa lalu memisahkannya saat hati itu sudah sepenuhnya terpaut.
Gevano Zalahein Allyson-yang belum...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seminggu sudah berlalu. Ujian kelulusan akhirnya selesai dilaksanakan. Senyum lebar ditunjukan, perasaan lega sekaligus senang bahwasannya beban dipundak sudah berakhir.
Rasanya lega bukan main, walaupun ada sedikit keraguan mengenai hasil akhir tapi tak terlalu diambil pusing. Toh, mereka sudah berusaha semaksimal mungkin.
Enam remaja yang sering disebut Si komplotan biang onar itu kini berkumpul dimeja Gevano dan Glen. Mereka sedang menyusun rencana. Oh, tentu bukan rencana baik. Karena yang akan mereka lakukan kali ini ada membuat onar. Sudah lumayan lama rasanya mereka tak kembali berulah. Walaupun kadang sesekali masih jahil, tapi jahilnya tak separah dulu.
Seragam yang selama seminggu ini rapih sesuai aturan sekolah sekarang tidak lagi. Urakan terlihat jelas seperti berandal sekolah. Seragamnya tak terkancing, memperlihatkan kaus hitam yang dia pakai. Kedua lengan bajunya sengaja digulung. Sabuknya entah raib kemana. Rambutnya sudah acak-acakan tak karuan. Dan ke-lima temannya yang lain penampilannya tak beda jauh dengannya.
Setelah tadi sudah menjalankan satu aksinya menukar sebelah sepatu hitam milik Pak Ipul dengan sebelah sepatu cream milik Bu Retno yang memiliki hak tak terlalu tinggi.
Agaknya mereka belum puas jika hanya menjalankan satu aksi. Dan saat ini mereka kembali berunding untuk membuat onar kembali.
"Lo dapet speaker nya?" Gevano bertanya pada Janu.
"Aman."
Kedua sudut bibir Gevano terangkat naik. "Nice."
"Gas gak?" Glen bertanya dengan mengangkat sebelah alisnya.
"GAS!"
Komplotan biang onar yang kali ini akan membuat ulah kembali lekas pergi kelapangan. Tanpa banyak tenaga untuk mengumpulkan seluruh murid SMA Sky, mereka sudah berdatangan sendirinya. Apalagi setelah suara Gevano terdengar.
"Halo semua." Sapaan pertama Gevano sembari memegang mic.
Murid-murid berkumpul membuat lingkaran besar di lapangan. Keenam remaja biang onar itu ada ditengah-tengah. Gaya nya seperti pejabat penting, tangan bersedekap dada merasa tinggi karena menjadi pusat perhatian. Tengil sekali.
"Ada apaan itu?"
"Biang onar, apalagi kali ini ulah Lo pada?"
"Bawa-bawa speaker mau dangdutan apa gimana bang?"
Begitu beberapa teriakan dari siswa-siswi yang ikut berkumpul. Saking seringnya Gevano dan teman-teman membuat ulah, dari kebanyakan mereka sampai sudah paham jika komplotan biang onar sudah berkumpul berarti akan ada sesuatu yang terjadi.
Gevano tertawa, menyerahkan mic itu kepada Janu. Saat Janu mengambil alih sorakan antusias kembali terdengar. Jangan lupakan Janu ini friendly abis, hampir satu sekolah mengenalnya. Bahkan kebanyakan dari mereka sudah menganggap Janu sebagai 'teman' dekat saking asiknya bila bergaul dengan Janu.