• 𝐒𝐐𝐔𝐄𝐋𝐋 𝐆𝐄𝐍𝐙𝐎 •
❌ DILARANG KERAS PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN ‼️
-
Perihal jatuh cinta semesta jagonya curang. Mempertemukan dua hati tanpa rasa lalu memisahkannya saat hati itu sudah sepenuhnya terpaut.
Gevano Zalahein Allyson-yang belum...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Serius cabut lu?"
Gevano mengangguk.
Glen ikut bersandar pada tembok. Sekarang di gerbang belakang sudah ada Gevano dan Glen. Athala dan Janu sedang menjalankan misi untuk mengambil tas Gevano dari dalam kelas. Sementara Rey, anak baik itu ogah diajak bolos.
Ini masih jam belajar. Kawasan sekolah terlihat sepi karena siswa-siswi sedang berada dikelas. Kecuali komplotan biang onar ini yang malah bolos jam pelajaran.
"Ceweknya gak masuk, gak betah lu disekolah?" Glen meledek.
Memang benar, Shazana hari ini tidak masuk membuat Gevano jadi tak bersemangat sekolah. Entahlah Gevano hanya malas belajar hari ini.
"Kalo Rey tau abis dah lu kena ceramah."
Gevano berdecak. "Jangan sampe tau. Temen lu yang satu itu kan anti banget bolos sekarang."
Glen terkekeh kemudian mengangguk. "Dia tadi liat gue keluar kelas aja matanya udah melotot. Sambil ngomong gini 'sebentar lagi lulus, jangan bolos terus kampret!' gila serem banget si Rey."
Tawa Gevano mengudara saat dia melihat Glen menirukan ucapan Rey barusan dengan mata melototnya.
"Temen lu itu."
"Bangsat temen lu juga ya!"
Tak lama Athala dan Janu kembali dengan tas Gevano dipundak. Keduanya berhasil mengambilnya.
"Makasih ye." Gevano ambil alih tasnya.
"Yoi. Gue ikut Gep, mau bolos." Janu merengek.
"Kaga. Sana lu pada masuk. Jangan pada ikut-ikutan bolos. Nanti gua yang dimarahin Rey."
"Pelit anjing. Sumpah mau ikut Gep."
Athala mendelik. "Kaya bocah dah Lo. Udah sana Gep. Si Janu biar jadi urusan kita."
"Langsung pada balik kelas ya. Thanks, gue cabut." Gevano angkat tangannya sebagai tanda pamit.
Glen dan Athala mengacungkan jempol. Lalu keduanya mendorong gerbang agar kembali tertutup, supaya Pak Ipul tak mencurigai.
Setiap hari motor bocahan Warbeh selalu parkir di Warbeh. Jarang kelimanya parkir di parkiran sekolah. Karena enaknya parkir di Warbeh ya ini, jika mereka ingin bolos aksesnya mudah.
"Kemane lagi elu Gep?" Babeh yang sedang memegang sapu lidi karena baru saja selesai menyapu daun-daun menatap heran Gevano yang sudah keluar saat masih jam belajar.
"Cabut ah gua." Jawabnya dengan cengiran.
"Tumben cabut kaga bawa buntut."
Gevano menyugar rambutnya sebelum memakai helm. "Kaga dah. Sendiri dulu."
"Dah ya cabut gue Beh."
"Iya dah Titi DJ. Ati-ati dijalan."
Gevano mengacungkan jempolnya, lalu menjalankan motornya dengan kecepatan sedang meninggal kawasan belakang gedung SMA Sky.