BAGIAN DUA PULUH DUA

91.9K 3.9K 380
                                        

"Umpetin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Umpetin." Gevano berucap tanpa suara. Memberikan jedai Shazana yang tergeletak sembarangan pada Janu.

Janu geleng kepala. Dia cekikikan menuruti maunya Gevano untuk mengambil jedai Shazana selagi perempuan itu masih asik bercerita dengan Viola.

Sementara Raga yang melihat itu memberikan tatapan tajam pada Gevano. "Jedai baru itu. Nangis nanti bocahnya." Begitu kata Raga dengan suara sangat pelan.

Gevano mengangkat bahunya acuh. Dia tersenyum miring. Jiwa jahilnya sudah lama tidak ia salurkan semenjak hubungannya dengan Shazana mulai membaik.

Seperti sore hari biasanya, jika pulang sekolah tak langsung pulang kerumah. Melainkan nongkrong dulu di Warbeh untuk melepas penat.

Tangan Gevano terangkat mengusap surai panjang Shazana. Sang empunya menoleh sekilas, tersenyum kecil lalu kembali melanjutkan obrolannya dengan Viola.

Gevano kibaskan tangannya dihadapan Shazana, mengahalau asap yang mengepul dihadapan perempuan itu. Ulah Glen yang merokok di dekat Shazana dan Viola.

"Sorry." Glen terkekeh.

"Madep sana cok." Gevano mengusir. Bermaksud agar kepulan asapnya nanti tak terbang kearah Shazana dan Viola.

Gevano singkirkan helaian rambut Shazana kebelakang bahu. Lalu dia jatuhkan kepalanya dibahu Shazana.

"Geli." Shazana protes sebab nafas Gevano terasa menggelitik dilehernya.

"Pulang nggak?"

"Ayo. Ini udah dicariin ayah." Shazana perlihatkan room chatnya dengan sang ayah pada Gevano.

Gevano ambil kunci motornya. Memasukan ponsel dan kotak rokoknya kedalam saku celana abu-abunya.

"Nih." Gevano berikan tas berwarna ungu muda itu pada Shazana.

Setelah memakai tasnya Shazana membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan. Matanya mengedar mencari jedai barunya yang tadi dia taruh diatas meja.

"Jedainya mana?"

"Lo liat jedai gue Vi?"

Viola menggeleng. "Perasaan tadi Lo taro disini. Kok gak ada?"

"Makanya. Kemana deh?" Shazana sampai menunduk untuk melihat dikolong meja, siapa tahu jedai itu jatuh.

Sementara cowok-cowok yang tahu keberadaan jedai Shazana menatap Gevano yang kini menggigit bibir dalamnya agar tak kebablasan tersenyum.

"Cupang Lo liat gak?"

"Nggak. Makanya jangan ditaro sembarangan. Bagian ilang gini panik kan Lo?"

Shazana menatap sengit. "Yaudah sih Lo santai dong! Gue nanya baik-baik juga."

"Gue mah santai. Lo kali yang baperan."

"Lo kok nyolot? Gue nanya baik-baik balesan Lo kaya gitu. Gak ngenakin banget!" Ketus Shazana.

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang