BAGIAN TIGA PULUH TUJUH

85.6K 3.4K 121
                                        

"Jangan manyun terus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jangan manyun terus."

Gevano putar tubuhnya agar berhadapan langsung dengan Shazana. Tangannya terangkat membantu Shazana membuka helmnya.

Ya, waktu dua hari itu sudah terlewat.  Sekarang saatnya kembali bersama Anna kesayangannya.

"Susu nya ketinggalan." Rengek yang perempuan. Bibirnya semakin dimajukan.

"Yuk beli yuk." Ajak Gevano lembut. Dia usap pipi Shazana.

Sebenarnya tak sepenuhnya salah Gevano yang mengajaknya berangkat terburu-buru. Itu karena keduanya harus memutar jalannya karena jalan yang biasa mereka lalui ada sedikit perbaikan. Jadilah Shazana meninggalkan susu stroberi nya.

Keduanya berjalan beriringan. Gevano merangkul pundak Shazana yang lebih pendek darinya.

"Siniii ih." Shazana menarik Gevano  yang ingin berbelok ke ruang ujian. Harus ke kantin dulu beli susu!

"Iya sayang iya."

"Kangen banget dah." Gevano makin merapatkan tubuhnya dengan Shazana. Mengecup sekilas pipi kiri kekasihnya.

Shazana yang mendapatkan kecupan dipipinya tersenyum kecil.

"Mommy Zola nelpon aku tau semalam."

"Oh iya? Kenapa itu?"

"Minta maaf karena ulah anaknya. Kamu cerita kita lagi berantem?"

Gevano mengangguk samar. "Mommy nanyain kamu waktu itu. Sekalian aja aku ceritain kita lagi gak akur."

"Terus, Mommy Zola bilang apa?"

Gevano menunduk melihat wajah Shazana. "Dimarahin aku. Ada kali empat jam gak berenti."

Shazana terkekeh geli. "Di denger gak itu omongan Mommy?"

"Denger. Yang intinya aja."

"Mau diulang gak?"

"Jelas lah nggak!"

Shazana tertawa. "Siapa tau kan tetep mau diulang. Ya aku mah gak masalah. Tinggal putus terus cari cowok baru."

Sedangkan Gevano yang mendengarnya menggeleng tegas. Raut kekhawatiran tercetak jelas saat membayangkan Anna-nya memiliki kekasih baru.

"Naaaa."

"Apa?" Sedikit tertawa mendengar rengekan si cupang.

"Jangan gitu."

"Gitu gimana?"

"Itu nyari cowok baru."

Sudut bibir Shazana terangkat sempurna. "Lah kalo kamu bertingkah lagi mah mendingan cari yang baru."

"Jahat banget lu." Gevano tarik pipi Shazana kuat-kuat.

"La lu la lu." Alis Shazana menukik.

Sedangkan Gevano hanya memberikan cengirannya. "Iya sayangku, kasihku, cintakuuuu."

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang