BAGIAN DUA PULUH SATU

88.1K 4.1K 183
                                        

Gevano menatap ponselnya guna melihat jam berapa sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gevano menatap ponselnya guna melihat jam berapa sekarang. Helaan nafas terdengar dari mulutnya. Waktu istirahat hanya tersisa lima menit lagi dan Gevano belum makan apapun untuk mengisi perutnya.

Cowok itu mengedarkan pandangannya. Lelah menunggu Shazana yang masih mengerjakan tugas didalam perpustakaan. Padahal tadi Gevano sudah diajak teman-temannya untuk ke kantin bersama, tapi Gevano menolak sebab dia menunggu Shazana yang berkata ingin pergi ke kantin bersamanya.

Sampai ia mendengar pintu perpustakaan terbuka, senyumnya merekah melihat kehadiran Shazana. Tapi senyum itu tak bertahan lama sebab ia melihat Shazana asik bercanda gurau dengan seorang lelaki.

"Na." Gevano memanggil.

"Eh——cupang!" Shazana terkejut karena ternyata Gevano masih menunggunya. Padahal sepuluh menit yang lalu Shazana sudah berpesan lewat WhatsApp jika tak apa-apa pergi duluan saja ke kantin, tapi Shazana tak tahu jika Gevano malah menunggunya.

"Woi Gevano!" Sapa lelaki yang dari tadi asik bercanda gurau dengan Shazana.

Gevano tak menggubrisnya. Melainkan Gevano langsung menarik pergelangan tangan Shazana.

"Cupang mau kemana?"

"Kantin lah!" Ketus Gevano.

"Gue udah makan. Tadi dikasih roti bakar sama Deon." Shazana menunjuk Deon yang dari tadi memperhatikan keduanya.

Gevano berbalik badan. Giginya menggelutuk. Gevano jelas kesal, waktu istirahatnya terbuang sia-sia.

"Oke."

Cekalan ditangan Shazana terlepas. Gevano pergi berlalu meninggalkan Shazana yang tak enak hati.

Shazana mengigit bibir dalamnya. Shazana tak bodoh untuk membaca ekspresi wajah Gevano tadi.

"Gue balik kelas duluan deh ya Yon, thanks buat roti bakarnya."

Shazana langkahkan kaki lebih cepat. Niatnya ingin menyusul Gevano pupus ketika bel masuk telah berbunyi menandakan jam istirahat telah berakhir.

Jadi Shazana putuskan untuk menemui Gevano ketika pulang sekolah nanti.

•🐠•

Masih dengan celana abu-abunya Gevano ikut bergabung dengan yang lain di gazebo yang berada disamping kolam renang dimarkas Ryker. Lelaki itu hanya melepas baju seragamnya dan menyisakan kaus hitam yang bagian lengannya digulung.

Gevano yang tengah merokok menoleh kala namanya dipanggil. Kepulan asap itu dibiarkan hilang dengan sendirinya.

"Ada Nana tuh." Athala menunjuk dengan dagu kearah Shazana yang menghampirinya.

Tak ada reaksi lebih yang Gevano berikan, tidak seperti biasanya. Cowok itu kembali dengan aktivitasnya. Bermain game ikan diponselnya.

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang