BAGIAN LIMA PULUH SEMBILAN

55.7K 2.4K 37
                                        

Pagi hari di hari Minggu yang cerah ini pasar ikan hias yang diadakan tiap minggunya tampak ramai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi hari di hari Minggu yang cerah ini pasar ikan hias yang diadakan tiap minggunya tampak ramai. Gevano dan Ayah Shazana sangat menyukai ikan hias, sementara Samudra kini mulai ikut menyukai ikan-ikan hias juga.

Shazana hanya satu-satunya diantara mereka bertiga yang tak begitu paham tentang ikan-ikan hias. Dia hanya mengikuti kemanapun Gevano membawanya karena tangan sedari tadi digenggam, katanya agar tidak hilang.

"Ini Guppy nih yah." Gevano menunjuk ikan kecil berwarna-warni.

"Loh iya ini nih."

"Ini cewek apa cowok?" Samudra bertanya.

"Jantan." Jawab Gevano.

Shazana mengerutkan keningnya. "Tau dari mana?" Bisiknya kecil.

"Itu dari warnanya, sayang. Kalo jantan warnanya lebih cerah dari yang betina."

Shazana mengangguk saja walaupun tetap tak mengerti dan tetap tak tahu bagaimana cara membedakan jantan betina dari ikan yang tadi di sebut Guppy itu.

Setelah membeli beberapa ekor ikan kecil berwarna-warni itu, kembali mereka melanjutkan jalan menyusuri ramainya pasar ikan hias ini.

"Ini apa ya Gev?" Tunjuk Ayah Shazana pada ikan berwarna merah cerah.

"Cherry Barb, ini yang Ayah tanya Minggu lalu itu loh ini ikan ini." Jawab Gevano.

"Loh cantik banget ini."

"Beli yah." Pinta Samudra.

Beli lagi. Shazana memandangnya lelah. Ditangan mereka bertiga sudah ada berbagai macam ikan hias dengan berbagai macam nama yang Shazana sendiri tak tahu apa yang menjadi pembeda antara ikan-ikan kecil itu selain warnanya.

"Pegel gak?" Tanya Gevano yang mulai peka jika sedari tadi Shazana hanya diam.

"Lumayan."

Gimana tidak pegal? Hampir dua jam Shazana membuntuti tiga lelaki pecinta ikan itu.

"Duduk dulu yuk."

Gevano bawa Shazana untuk duduk dibangku yang tersedia. Tak jauh dari posisinya tadi berada. Baru mendaratkan bokongnya disana, Gevano sudah kembali dipanggil oleh Ayah Shazana, biasa lelaki paruh baya itu pasti akan bertanya soal ikan bagis mana lagi harus mereka beli.

"Sana samperin Ayah aja."

Gevano lihat Shazana wajahnya sudah ditekuk masam. "Bete ya?"

"Nggak, capek doang."

Pipinya diusap Gevano, "Aku ke sana sebentar ya? Kamu tunggu disini jangan kemana-mana kalo ilang susah nyarinya soalnya kecil."

Mendengar terselip ledekan diantara untaian kalimat yang Gevano lontarkan tadi membuat Shazana memukul lengan Gevano pelan.

"Tunggu ya sayang."

Setelah kepergian Gevano, Shazana hanya duduk diam sembari melihat ramainya orang yang datang ke pasar ikan ini.

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang