BAGIAN EMPAT PULUH LIMA

69.4K 3.1K 116
                                        

Celana jeans hitam yang robek dibagian lutut, baju hitam dibaluti jaket jeans yang terdapat logo Ryker terpampang jelas dia kenakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Celana jeans hitam yang robek dibagian lutut, baju hitam dibaluti jaket jeans yang terdapat logo Ryker terpampang jelas dia kenakan. Dibibirnya mengapit sebatang nikotin yang entah sudah berapa batang dalam satu hari ini.

Gevano gulir layar ponselnya. Membuka room chatnya dengan sang kekasih yang dari tadi dia nanti balasannya. Shazana tak kunjung membalas. Jangankan membalas, dibaca saja tidak.

"Kemana emang cewek lu?" Athala bertanya sembari mengambil alih korek dari genggaman Gevano.

Athala yang duduk disamping Gevano tak sengaja melihatnya. Karena setiap beberapa menit sekali Gevano pasti mengecek ponselnya untuk memastikan Shazana sudah membalas pesannya atau belum.

"Rumah Samudra." Balasnya singkat.

"Lo kasih izin?"

"Gue percaya cewek gua." Balasnya begitu yakin.

Athala hanya mengangguk kepala setelahnya.

Sementara ketiga teman Gevano yang lain sedang meributkan hal yang tak berfaedah. Warbeh jadi heboh hanya karena ketiganya berdebat untuk memberikan nama ikan cupang yang baru saja Gevano beli.

Lelaki pecinta cupang itu baru saja membeli ikan kesayangannya... lagi.
Gevano sudah membeli dua jenis ikan cupang serupa dalam seminggu ini.

Dan kebiasaan Gevano yang merepotkan adalah ini, saat dia membeli ikan cupang kecintaannya, keempat temannya kebagian memberi nama untuk ikan-ikan barunya.

"Kemaren Lo udah ngasih usul anjir Rey. Giliran gue sekarang anjir!" Janu tak terima jika Rey ikut menimbrung untuk memberi nama dalam ikan cupang milik Gevano.

"Gue cuma ngasih saran anjir. Lagi juga bagusan nama yang gue kasih. Peanut sett apa gak keren banget tuh ikan?" Bangga Rey.

Janu mendelik. "Peanut apaan gila! Kata Lo kacang apa gimana itu ikan? Bagusan nama yang gue kasih dong, hompimpa udah kece banget itu."

"Ini lagi hompimpa jelek banget. Mending pisbuk." Glen menyela.

Sedangkan Athala menggeleng heran mendengarnya. "Pisbuk apaan sih? Facebook maksud lu?"

Glen menggeleng. "Coba tebak. Yang bener dapet cium."

"Yeh bangsat pulang dah lu pulang." Janu melempar gumpalan tisu pada Glen.

Sementara oknum yang membuat teman-temannya mendengus sebal kini terkekeh geli.

"Mau tau nggak jawaban benernya?" Glen bertanya sembari naik turunkan alisnya.

Rey sandarkan tubuhnya. Menatap malas pada Glen. "Gak usah lah nyet. Nyebelin banget muka Lo."

"Karena gue ngerasa baik ya. Berguna juga buat Lo pada. Jadi nih———"

"Pisang busuk." Sela Gevano dengan cepat sebelum Glen berucap lebih panjang lagi.

"Ah tai lu Gep. Jangan dibongkar dulu lah."

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang