BAGIAN LIMA PULUH DUA

59.9K 2.6K 48
                                        

Keadaan mulai menegang, baik Gevano maupun Samudra sama-sama diam saling lempar tatapan tajam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keadaan mulai menegang, baik Gevano maupun Samudra sama-sama diam saling lempar tatapan tajam.

Sementara empat temannya yang lain dibuat kebingungan. Sebenarnya ada masalah apa lagi antara Gevano dan Samudra? Mengapa kedua lelaki itu seperti kembali bertengkar.

"Tegang banget lu berdua." Glen menyahut. Karena dari awal kehadiran keduanya sudah sama-sama saling diam.

"Temen lu ini nih abis melakukan adegan dewasa." Ungkap Samudra membuat yang lain menatap Gevano tak percaya.

"Sama siapa anjir? Gep jangan macem-macem tai!" Janu mengeplak bahu Gevano. Matanya sudah melotot garang.

"Adegan dewasa apaan nyet." Gevano mengelak.

Athala yang sedang bermain game diponselnya sampai menghentikannya tiba-tiba. Dia lirik Gevano yang seperti tak merasa bersalah walaupun kini wajah Samudra sudah memerah menahan kesal. "Lo ngulah apaan Gep?"

"Bentar lagi lulus Gep. Plis lah tahan dulu jiwa nakal lu itu sebentar." Keluh Glen.

Gevano putar bola mata jengah, dia beralih tatap Rey satu-satunya orang yang dia harap tak akan menyalahkan.

Tapi ternyata Rey pun sama. Dia naikan sebelah alisnya sembari kedua tangannya melipat di depan dada. Walaupun tak mengeluarkan suara tapi Gevano sudah tau Rey pun melontarkan pertanyaan yang sama dengan teman-temannya yang lain.

"Gue gak ngapa-ngapain anjinggg." Geram Gevano karena tak ada yang percaya padanya.

"Halah. Ngaku Lo setan!" Samudra menodongnya.

Samudra ini dramatis sekali. Sungguh Gevano mengumpati Samudra berkali-kali dalam satu hari ini. Karena kejadian kepergok berciuman dan Samudra membahasnya terus.

"Babi lah, gue gak ngelakuin yang nggak-nggak." Sanggah Gevano.

"Ngaku gak Lo!"

"Apa———"

"Ngaku!"

Gevano hela nafas berat. Sandarkan tubuhnya karena lelah menghadapi Samudra. Sumpah demi apapun lebih baik dia dihadapkan dengan Shazana dengan keras kepalanya ketimbang Samudra dengan dramanya. Walaupun keduanya kembar tapi Gevano lebih frustasi dengan yang ini.

"Ya. Gue ciuman sama Anna."

Bangsat! Rasanya Gevano ingin mengubur diri sekarang juga. Bisa-bisanya dia harus mengakui ini dihadapan teman-temannya. Ini semua karena Samudra!

Janu dan Athala hampir semburkan tawa keras mendengar pengakuan sang sahabat.

"Bibir sama bibir?" Glen bertanya.

"Ya lu pikir aja dah." Balas Gevano sensi. Dia masih malu.

"Kan temen lu pada ini abis melakukan adegan dewasa. Gila banget mata suci gue pergokin hal tak senonoh." Samudra usap kasar wajahnya. Bayangan Gevano dan Shazana berciuman masih terekam jelas di ingatannya.

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang