BAGIAN ENAM BELAS

101K 4.1K 119
                                        

"Iya, bilangin gue nungguin di Warbeh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Iya, bilangin gue nungguin di Warbeh."

"Nanti anjing belom bel balik."

"Iya gue ngingetin asu."

"Ya tar gue bilangin."

"Bawa aja dah sekalian Anna nya kesini. Bilangin bocah Len kesininya bareng Anna. Kalo kelasnya belum pulang tungguin."

"Bangsat banyak mau."

"Yaudah sih kan gue minta tolong kampret!"

"Pesenin gue es teh susu."

"Iye."

Gevano memutuskan sambungan telepon sepihak. Punggungnya bersandar pada kursi kayu. Menghirup sebatang nikotin yang menjadi candunya.

Ini hari pertama Gevano diskors. Benar-benar membosankan. Dari pagi kerjaannya hanya bermain handphone, sesekali mengganggu Anna dengan menelponnya tiba-tiba.

"Ngulah apaan elu Gep?" Babeh bertanya sembari mengelap meja.

"Biasa beh."

"Gue denger-denger itu musuh lu sapa namanye si Angga ye? Ama temennye itu babak belur. Gara-gara elu katanya. Lah ngapa coba itu?"

Gevano sempat terkekeh karena melihat mimik wajah Babeh yang langsung berubah sepersekian detik.

"Bocah songong. Laga nya kaya yang iya aja, sekali kena tonjok langsung lumpuh kakinya gak kuat berdiri."

"Dia duluan yang ganggu elu Gep?"

Gevano mengangguk mengiyakan. "Gua kan gak pernah asal nonjok kalo dianya gak ngusik duluan."

Babeh anggukan kepalanya. "Percaya gua mah Gep. Anak gua ini kaga mungkin asal nonjok orang tiba-tiba."

"Ngapa terus itu jidat lu luka begitu?"

Sudut bibir Gevano terangkat. "Bukan anak laki kalo gak gini."

"Settt dah siap Bang Gepano." Babeh tertawa dengan tawa khasnya.

Tau kan sekarang kenapa Komplotan biang onar sering bilang 'Settt' yang maksudnya 'busett', itu karena ajaran Babeh.

"Beh es teh susu satu."

"Belum abis pan itu kopi lu Gep." Babeh melirik kearah gelas kopi dihadapan Gevano.

"Bukan buat gua Beh. Buat si Glen. Sekalian dah Es bubble gum nya."

"Siap." Babeh memberikan dua jempolnya.

Gevano kembali hembuskan asap rokok yang mengepul terbawa angin. sembari menunggu bel pulang sekolah, Gevano bermain handphone. Walaupun hanya bolak-balik aplikasi tapi setidaknya bisa sedikit mengurangi rasa bosannya.

Kepala Gevano menoleh guna melihat suara gaduh dari arah gerbang belakang. Ada empat temannya, Shazana dan dua teman Shazana.

Sudut bibir Gevano terangkat ketika melihat penampilan Shazana saat ini. Rambut panjangnya dikuncir asal. Yang membuat Gevano gemas adalah pesawat kertas yang Shazana pegang ditangan kirinya. Persis seperti bocah SD pulang sekolah.

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang