BAGIAN TIGA PULUH

91.6K 3.4K 72
                                        

Bazar yang tiap tahun dilaksanakan kini terlaksana kembali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bazar yang tiap tahun dilaksanakan kini terlaksana kembali. Tiap kelas menjual makanan dan minuman yang berbeda. Dan seperti yang sudah dikatakan Gevano dan teman-temannya tempo hari saat di Warbeh, kelas mereka menjual Risol mayo.

"Yang lewat depan Stand kita wajib beli!"

"Beli kaga lo!"

"Heh julkipli beli dagangan kelas gua sini!"

Sudah dapat dipastikan jika yang menjaga stand komplotan biang onar, pasti akan ada keributan.

Gevano duduk anteng, tak mau capek-capek berteriak mempromosikan dagangnya, biarlah itu menjadi tugas teman-temannya.
Kelas dua belas memakai kaus berwarna putih dan bawahan celana/ rok abu-abu. Setiap angkatan memang berbeda warna bajunya, agar jadi penanda.

"Lu kok gitu sih? Ini kan pelanggan gua!" Terdengar suara Viola memarahi Athala.

"Lah dia pengen beli Risol gua."

"Apaan, jelas-jelas dia mau beli dimsum gue, tapi lo tarik paksa buat beli Risol lo."

Perdebatan mereka membuat atensi orang-orang yang lewat teralihkan. Membuat Gevano yang tadinya duduk anteng jadi mendekat ke sumber suara.

"Heh badut mampang buset dah, ini orang tadi belok mau beli Risol gua. Beloknya nyerong gini ni, itu tandanya dia mau ke stand gua buat beli Risol." Athala memperagakan cara jalan dari adik kelas yang saat ini hanya tersenyum kikuk.

"Gak ada! Dia mau beli dimsum gue!"

"Batu! Dia mau beli Risol gua!"

Akibat dari keributan itu membuat atensi orang-orang yang dekat teralihkan.

"Sini kamu beli dimsum aku aja." Viola menarik tangan adik kelas yang kini hanya pasrah.

"Dimsum kelas gua lebih oke daripada Risol sebelah." Raga berucap kencang.

Janu maju sembari menggulung lengan bajunya. "Si paling oke. Maju sini lawan Risol kelas gua!"

Arumi, sebagai pembeli merasa tertekan. Bagaimana tidak? Niatnya hanya ingin membeli, tapi malah kedua kelas ini malah bertengkar.

"Kak, aduh maaf. Arumi beli dua-duanya aja deh."

"Gak bisa!" Kedua belah pihak kompak berucap.

Arumi menghela nafas berat. Kalau tau bakal sedrama ini, Arumi ogah beli.

"Lo harus pilih salah satu. Dimsum si oke banget itu, atau Risol mantep punya kelas gua?" Athala melipat kedua tangannya didepan dada.

Sedangkan lawannya, yaitu Viola si julid abis tertawa remeh. "Kalo gua jadi lo, gue gak akan mikir dua kali buat beli dimsum 12 IPS 1. Soal rasa jangan ditanya, kelas gua juaranya!"

Janu tak mau kalah. "Tapi kalo gue jadi lo gue bakal langsung beli Risol punya 12 IPS 2. kenapa? Karena banyak keuntungannya setelah Lo beli Risol ini."

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang