• 𝐒𝐐𝐔𝐄𝐋𝐋 𝐆𝐄𝐍𝐙𝐎 •
❌ DILARANG KERAS PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN ‼️
-
Perihal jatuh cinta semesta jagonya curang. Mempertemukan dua hati tanpa rasa lalu memisahkannya saat hati itu sudah sepenuhnya terpaut.
Gevano Zalahein Allyson-yang belum...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang hari Gevano bawa Shazana ke danau yang jaraknya lumayan jauh dari kota mereka tinggal. Sebelumnya Gevano sudah izin terlebih dahulu pada Ayah Shazana untuk membawa anak perempuannya pergi.
Satu tangannya memegang kemudi, satu lagi dia gunakan untuk memainkan tangan Shazana. Kadang dia usap-usap, cubit kecil, atau kadang juga dia bawa mendekat ke bibirnya dan berikan kecupan gemas.
"Ngantuk nggak?" Gevano lirik sekilas Shazana yang ceria sekali hari ini. Tapi kadang sesekali Gevano lihat perempuan itu memejamkan matanya.
"Nggak. Ini masih jauh?"
Gevano mengusap kening Shazana. "Dikit lagi. Kamu kalo ngantuk tidur aja sayang, nanti aku bangunin."
"Nggak mau, nanti kamu sepi gak ada yang ngajak ngobrol."
Gevano terkekeh, dia tarik pipi Shazana gemas. "Gak apa-apa, Na."
Shazana tetap menggeleng. Sebenarnya dia tidak terlalu mengantuk, hanya ingin memejamkan mata saja tapi bukan berarti dia ingin tidur. Itu juga karena Gevano yang dari tadi memainkan jemarinya membuat rasa nyaman disana.
"Nih." Gevano menyerahkan handphone miliknya pada sang kekasih.
"Buat apa?" Tanya Shazana.
"Mainin aja."
"Gak apa-apa?"
Gevano mengangguk. "Gak apa-apa sayang."
Shazana bukanlah tipikal pasangan yang sering memeriksa handphone pasangannya. Karena menurutnya Gevano berhak memiliki ruang privasinya. Jadi biasanya Gevano lah yang menyuruh Shazana membuka handphone, entah untuk membalas chat disaat lelaki itu tengah menyetir atau bahkan untuk sekedar foto-foto disana. Karena Gevano sangat suka ketika isi galery nya penuh dengan foto Shazana.
"Cupang, ini Janu nelpon."
Gevano melirik sekilas, "Angkat aja sayang." Balasnya kemudian fokus kembali menyetir.
Dengan ragu Shazana mengangkat panggilan itu. Tidak lupa dia loudspeakeragar Gevano bisa mendengarnya.
"Gep lu kemana anjing? Gue di depan ini sama bocah."
"Halo."
"Lah cewek bjir? Ini siapa? Gevano mana?"
Shazana melirik Gevano. "Bilang aku lagi pergi, gak ada di apart." Jawab Gevano.
"Gevano nya lagi pergi. Gak ada di apart." Balas Shazana.
"Kok cewek si? Ini siapa dah? Temen gue mana mba? Hape nya di copet ya? Apa Gevano main sama cewek?"
Gevano yang medengar itu berdecak sebal. Sementara Shazana tertawa kecil.
"Emang Gevano suka main cewek?"
"Ya kagak. Takutnya dia sekarang main sama cewek. Dia udah punya pacar mba. Ini kalo sampe ceweknya tau Gevano lagi main sama cewek lain apa gak ribut tuh pasangan."