• 𝐒𝐐𝐔𝐄𝐋𝐋 𝐆𝐄𝐍𝐙𝐎 •
❌ DILARANG KERAS PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN ‼️
-
Perihal jatuh cinta semesta jagonya curang. Mempertemukan dua hati tanpa rasa lalu memisahkannya saat hati itu sudah sepenuhnya terpaut.
Gevano Zalahein Allyson-yang belum...
Dari sore sampai malam dia berada diapartemen Gevano. Untuk belajar bersama si cupang. Tak sekali dua kali Shazana kena marah Gevano, bukan marah sebenernya tapi lebih ke tegas. Karena jika tidak begitu Shazana akan banyak leha-leha nya.
Saat Shazana diam-diam membuka aplikasi Tiktok saat Gevano tengah buang air. Dan saat Gevano kembali lelaki itu langsung merampas ponselnya. Kejam memang, tapi jika tak begitu Shazana akan melupakan tugasnya.
"Dingin gak? Mau masuk aja?" Posisi keduanya berada di balkon membuat angin malam berhembus menerpa wajah keduanya.
Tangan Gevano terangkat membenarkan rambut Shazana yang keluar jalur.
Padahal tadi sebelum belajar Gevano sudah ikat rambut panjang itu menjadi satu. Tapi lihat sekarang ikatan itu sudah tak berbentuk lagi.
"Aku pusing." Adunya.
"Dikit lagi."
Shazana memutar bola matanya jengah. Dari tadi juga gitu, dikit lagi dikit lagi terus.
"Aku mau scroll tiktok sebentar ajaaaaa."
Gevano menggeleng. Kembali membaca materi untuk ulangan besok. Dan tak memperdulikan Shazana yang terus merengek.
"Lima menit ajaa."
"Nggak."
"Tiga deh, tiga menit. Boleh ya Cupang?"
"Nggak, Na."
"Yaudah satu menit deh."
Gevano tatap Shazana yang kini bibirnya sudah maju. Dia sentil bibir merah muda kekasihnya.
"Dikit lagi ini. Kalo udah selesai baru boleh scroll sepuasnya."
Mata Shazana memicing. Dia ambil kembali bolpoin miliknya lalu lanjut mengerjakan soal-soal yang sudah Gevano berikan.
Sudut bibir Gevano terangkat. Melihat Anna-nya yang kini fokus mengerjakan soal, membuatnya tak bisa mengalihkan pandangan.
"Aku udah pake rumus ini tapi hasilnya beda sama punya kamu. Aku salah dimana nya?" Shazana menggeser bukunya agar Gevano bisa melihat jawabannya.
Gevano koreksi hasil jawaban Shazana. Mencari letak salahnya dimana.
"Nih." Gevano menunjuk menggunakan bolpoin ditangannya. "Harusnya hasil ini tuh ditambah, sayang. Kalo udah dapet hasilnya baru dikali sama yang dua puluh persen ini."
Shazana mengangguk mengerti. Padahal sedari tadi yang dia lihat bukan bukunya. Tapi wajah si cupang. Dia baru menyadari jika wajah Gevano akan berkali-kali lipat lebih tampan jika dilihat sedekat ini.