BAGIAN TIGA PULUH LIMA

78.4K 3K 65
                                        

Pagi ini Shazana berangkat lebih awal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi ini Shazana berangkat lebih awal. Karena hari ini adalah hari pertama ujian. Sengaja dia datang lebih awal agar ada waktu untuk kembali belajar terlebih dahulu.

Kakinya melangkah menelusuri koridor. Pandangannya mengedar, mencari dimana ruang ujiannya berada.

"16, 17, nah ini 18!" Shazana menjentikkan jari ketika mendapati ruang ujiannya.

Tapi sebelum masuk, Shazana sempatkan untuk melirik sebentar ruang sebelah. Matanya tak sengaja menatap Gevano yang sama-sama tengah menatapnya.

Tak ada ucapan selamat pagi, atau kalimat-kalimat manis lainnya yang biasa dia dapatkan dari Gevano.

Shazana lebih dulu memutus. Dengan cepat dia masuk kedalam ruangannya. Menghindari kontak mata berlebih dengan Gevano.

Bokongnya mendarat di kursi. Shazana menghela nafas, lalu mengeluarkan buku catatannya untuk dia pelajari kembali.

Sampai datang kedua makhluk berisik. Viola dan Raga, ketiganya memang satu ruangan ujian. Sampai rasanya Shazana bosan yang dilihat Viola lagi Raga lagi.

"Na tau gak ini temen lu---" Raga datang-datang sudah heboh. Tapi belum selesai memberitahu berita penting pada Shazana, mulutnya sudah lebih dulu dibekap Viola.

"Diem monyet! Sumpah ya Ga, tadi lu janji keep sendiri."

Shazana mengerutkan keningnya. "Ada apaan sih? Hot news apa kali ini yang lu berdua bawa?"

"Temen lo nih Na. Masa punya gandengan baru kita gak dikenalin."

Viola sudah pasrah. Menoyor kepala Raga untuk melampiaskan kekesalannya pada lelaki ini.

"Lo punya pacar baru?"

Viola menggeleng cepat. "Nggak anjir! Temen doang. Ni si Raga orgil emang lebay banget reaksinya."

"Halah, mana ada temen yang dibonceng sambil pelukan." Raga mengompori.

"Hah? Siapa? Vi kok lo gitu deket sama orang tapi gak ngasih tau kita." Shazana berucap sedih, ditambah Raga yang ikut membuat raut wajah sesedih mungkin.

"Yah Na, gak gitu---"

"Udah lah Vi. Kita berdua cukup tau aja ya Ga? Lo gak inget Minggu lalu lo baru putus terus nangis-nangis nelpon gue sama Raga? Kita sampe bikin link Google meet cuma buat dengerin lo nangis bawang nyeritain kebusukan mantan lo yang toxic gila itu. Nangis lo meraung-raung sampe gue sama Raga kebingungan gak tau harus ngapain di jam dua malem."

Raga mengangguk menyetujui. "Segitu doang Vi arti persahabatan ini buat Lo?"

Viola gemas, memiting kedua leher sahabatnya. "Drama banget tai pagi-pagi."

"Sesek Vi mati ini gua YAALLAH VIOLA SETAN!" Raga berusaha melepaskan diri.

"Nih denger gue. Gue gak punya pacar. Tadi gue berangkat bareng Glen, he's my friend."

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang