BAGIAN LIMA PULUH DELAPAN

52.3K 2.1K 14
                                        

Waktu pendaftaran kuliah sudah di depan mata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu pendaftaran kuliah sudah di depan mata. Mereka yang ingin melanjutkan pendidikannya sibuk mempersiapkan diri untuk mendaftar dikampus impian.

Hari ini di apartemen Gevano ada Shazana dan Samudra. Mereka bertiga duduk berdampingan dengan laptop dihadapan masing-masing.

Tapi berbeda dengan kedua anak kembar yang sibuk mendaftar, Gevano malah sibuk mengusel pada Shazana. Wajahnya sudah tenggelam di ceruk leher Shazana. Walaupun rasanya menghalangi, tapi perempuan itu tak protes sama sekali. Shazana pasrah saja apa maunya Gevano.

Beberapa hari ini Gevano menang rewel sekali. Emosinya kadang tak bisa ditahan. Shazana tahu Gevano ini kepikiran dengan dirinya yang akan berkuliah jauh. Gevano belum bisa rela jika mereka harus LDR nantinya.

"Na, punya gue ini gak bisa kenapa sih?" Samudra bertanya.

"Apa yang gak bisa? Tanggal lahirnya jangan sampai salah Sam."

"Udah bener kok, tapi tetep gak bisa." Keluh Samudra.

"Coba liat sini."

Samudra sedikit mendekat sembari menggeser laptopnya. Posisinya ada Gevano yang sedang memeluk Shazana menghalangi.

"Geser Gep."

Gevano tak bergeming. Tak ada jawaban sama sekali dari sang empunya.

Shazana usap pelan punggung Gevano. "Geser dikit, sayang. "

Dan yang Shazana dapatkan hanyalah gelengan kepala dari Gevano. Lelaki itu malah semakin mendusel pada Shazana tanpa mau menggeser sedikit tubuhnya.

"Lo mending daftar dari pada gelendotan kaya monyet."

"Bacot." Ketua Gevano.

Shazana yang pusing dengan keributan keduanya menyuruh Samudra untuk pindah ke sebelah kirinya. Karena percuma Gevano tak akan mau menggeser tubuhnya.

Selagi Shazana sibuk membantu Samudra daftar, Gevano malah menciumi pundak Shazana.

"Ini udah semua kan?"

Samudra mengangguk. Senyumnya merekah saat berhasil mendaftar.

"Kenapa gak ikut gue aja Sam?" Tanya Shazana pelan, jangan sampai Gevano mendengarnya.

"Gue temenin Ayah disini. Gak apa-apa Lo kejar impian Lo disana." Tangan Samudra terangkat untuk mengusak halus rambut adik kembarnya.

"Lo udah daftar kan?" Pertanyaan Samudra diangguki Shazana. Perempuan itu menunjuk layar laptopnya dimana menampilkan nama Shazana yang berhasil daftar di kampus impiannya di Melbourne.

"Gue takut gak keterima." Sedih Shazana. Khawatirnya akan hasilnya nanti.

"Jangan pesimis gitu dong Na. Pasti diterima. Usaha Lo udah mati-matian, percaya gue pasti bakal diterima."

GEVANO [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang