• 𝐒𝐐𝐔𝐄𝐋𝐋 𝐆𝐄𝐍𝐙𝐎 •
❌ DILARANG KERAS PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN ‼️
-
Perihal jatuh cinta semesta jagonya curang. Mempertemukan dua hati tanpa rasa lalu memisahkannya saat hati itu sudah sepenuhnya terpaut.
Gevano Zalahein Allyson-yang belum...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nafasnya memburu. Dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari normalnya, Shazana berlari kencang mendekat kearah gerbang besar SMA Sky yang sudah tertutup.
Shazana telat. Ini pertama kalinya dalam hidup Shazana terlambat datang ke sekolah. Pelipisnya yang sudah banjir dengan keringat, Shazana sugar rambut panjangnya.
Memohon pada pak satpam untuk membukakan gerbang juga tak mungkin. Apalagi kali ini yang berjaga pak bulat, yang disiplin dalam bertugas. Satpam itu paling anti disogok dengan cara apapun.
Shazana gigit bibir dalamnya. Memutar otak bagaimana caranya agar tetap bisa masuk kedalam sekolah.
Tin!
Sampai suara klakson motor membuatnya terlonjak. Badannya memutar. Wajahnya ditekuk ketika Gevano yang membunyikan klakson tadi.
"Tumben." Si cupang terkekeh geli. Dari nadanya sudah terdengar meledek.
Masih berlanjut ternyata masalah kecemburuan dengan Salma kemarin.
Shazana hela nafasnya. "Berangkat sama Lo juga bakal telat kan?"
"Gue bisa jemput Lo lebih pagi." Gevano mengelak.
"Terserah." Shazana memutar bola matanya malas.
"Hari ini kelas Lo ada Quiz dimapel Bu Karti."
Sial. Shazana lupa. Raut wajahnya terlihat menegang. Nambah saja perempuan itu panik.
"Naik. Ikut gue biar bisa masuk ke dalem." Gevano menujuk sekilas jok belakangnya dengan dagu.
Shazana yang memang masih kesal terhadap Gevano tak langsung mengiyakan. Walaupun, Shazana yakin Gevano selalu punya cara untuk masuk kedalam sekolah sekalipun gerbang depan sudah tertutup.
"Lima belas menit lagi mapel Bu Karti."
Shazana menghela nafas panjang sebelum menghampiri Gevano dan langsung naik ke jok belakang motor besar milik Gevano.
"Gak pegangan, gak bakal jalan ni motor."
Shazana menggeram kesal. Memberikan satu cubitan pada punggung Gevano.
"Cepetan!"
Gevano tergelek, setelah itu langsung tancap gas. Motornya berbelok kearah kiri, gerbang belakang sekolah. Gevano parkiran motor besar itu di Warbeh. Shazana turun dari motor, diikuti Gevano.
"Ada Pak Ipul." Shazana berdecak. Pak Ipul benar-benar berjaga di gerbang belakang.
Gevano mengutak-atik ponselnya. Meminta bantuan pada teman-temannya untuk mengalihkan perhatian pak Ipul agar bapak kesiswaan itu pergi dari kawasan gerbang belakang.