Setelah dari kantor El Ali mendapat telpon dari sahabatnya waktu SMA di salah satu caffe.
" Li" ucap seorang pria membuat Ali menatapnya.
" Gila, udah lama banget kita gak ketemu" ucap Ali membuat pria itu mengangguk.
" Gimana sekarang, Lo masih betah tinggal di Paris" ucap Ali membuat pria itu terkekeh
" Iya begitulah, sekarang gue akan menetap di sini" ucap pria tersebut yang tidak lain adalah Verrel
" Bagus lah" ucap Ali yang diangguki Verrel
" Ouh iya, Kevin mana" ucap Verrel
" Sibuk kerja dia" ucap Ali. Larut dalam obrolan membuat Ali lupa ternyata waktu sudah sore mereka memutuskan untuk pulang,
" Sesampainya di rumah Prilly, Ali langsung masuk kedalam namun sepi
" Sayang" ucap Ali namun tidak ada yang menyaut ia masuk kekamar ternyata istrinya itu tengah tidur dengan segera mandi setelah selesai mandi ia menghampiri Prilly yang ternyata sudah bangun tengah bersabda dikepala ranjangnya.
" El mana" ucap Prilly membuat Ali menggelengkan kepalanya
" Tadi aku sudah ke kantor katanya mau tinggal di apartemen, tapi aku sudah bilang ko kalau mau ke apartemen dia harus pulang dulu" ucap Ali membuat Prilly menghela nafas.
" Pasti kamu gak mau bujuk dia kan" ucap Prilly membuat Ali mengelus rambut prilly
" Aku sudah membujuknya tapi dia keras kepala " ucap Ali membuat Prilly menghela nafas.
Sedangkan El ia baru saja selesai meeting bersama koleganya di temani putri .
" Kamu siapkan untuk meeting besok" ucap El dan segera pergi membuat putri menghela nafas saat El Su dah pergi
" Mimpi apa aku ini bisa memiliki bos yang sangat kejam seperti dia membuat putri menghela nafas dan masuk ke dalam ruangannya
Sesampainya di rumah mewah El langsung masuk kedalam dan kebetulan berpapasan dengan Prilly yang baru saja turun membuat El terdiam menundukkan kepalanya.
" Jangan pergi ya El" ucap Prilly memeluk putranya membuat El menatapnya dan bersujud mencium kaki prilly dengan airmata yang menetes.
" Maaf mom" ucap El membuat Prilly menyuruh El berdiri dan memeluknya
" Mom akan memaafkan mu tapi kamu harus berjanji untuk melupakan dendam yang kamu miliki, kamu harus bisa berdamai dengan masa lalu kamu, meskipun itu berat tapi mom sangat berharap kamu bisa , mom tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari, bukan mom tidak mengerti perasaan kamu tapi mom ingin yang terbaik untuk kamu" ucap Prilly yang diangguki El
" Iya mom, El minta maaf, El minta maaf sudah membuat mommy dan Daddy kecewa" ucap El membuat Prilly tersenyum.
"Mommy sudah memaafkan kamu sebelum kamu minta maaf" ucap Prilly
" Terimakasih mom, El sayang sama mommy El juga sayang sama Daddy " ucap El yang diangguki prilly
" Mommy dan Daddy juga sangat menyayangi kamu " ucap Prilly membuat El tersenyum.
" Ya sudah sekarang kamu bersih-bersih setelah itu turun kita makan malam bersama " ucap Prilly yang diangguki El
" Daddy mana " ucap El
" Dikamar lagi tidur " ucap Prilly yang diangguki el
" Yaudah El kekamar dulu " yang diangguki prilly dan segera pergi sedangkan prilly ia ke dapur menyiapkan untuk makan malam sesampainya di kamar orang tuanya El melihat daddynya sedang tidurpun langsung merebahkan tubuhnya di samping ali dan memejamkan matanya.
Setelah satu jam prilly masak prilly langsung kekamar untuk membangunkan Ali namun sesampainya di kamar ia tidak hanya mendapati Ali tapi juga Al yang tengah tidur
" Al bangun Sayang, kita makan malam dulu" ucap Prilly membuat El menutup wajahnya dengan bantal membuat Prilly menggelengkan kepalanya.
" Li bangun" ucap Prilly membuat Ali terusik dan tak lama Ali membuka matanya.
" Makan malam dulu yuk" ucap Prilly membuat Ali menyandarkan punggungnya dikepala ranjangnya dan melihat kesamping ada El yang terlelap dengan wajah ditutup bantal.
" El kenapa sayang" ucap Ali membuat Prilly menatapnya
" Gakpapa, kamu cuci muka sana aku mau bangunin El dulu" ucap Prilly yang diangguki Ali dan kekamar mandi.
":El bangun yuk" ucap Prilly
" Ngantuk mom" ucap El membuat Prilly tersenyum
" Nanti tidur lagi sekarang kita makan malam dulu," ucap Prilly membuat El menggelengkan kepalanya tak lama Ali keluar dari kamar mandi.
" Ayo Al" ucap Prilly yang tidak dihiraukan oleh El
" El kalau gak mau bangun Daddy jodohin kamu mau" ucap Ali membuat Prilly menatapnya sedangkan El terlihat langsung duduk
'" Daddy kira aku gak laku apa,? Lagian aku baru 17 tahun, bahkan aku bisa mendapatkan wanita paling seksi di dunia ini " ucap El membuat Prilly menepuk pundaknya
" Cari itu yang baik bibit bebet bobot nya, bukan seksi " ucap Prilly membuat El tersenyum
" Lagian Daddy kalo ngomong kaya gitu" ucap El
" Daddy berkata seperti itu supaya kamu bangun" ucap Ali membuat El mendengus kesal
" Tapi kalau kamu mau juga Daddy ada calon buat kamu" ucap Ali membuat El menggelengkan kepalanya dan tidur kembali
" Bangun sayang " ucap Prilly
" Kalo gak bangun beneran Daddy jodohin kamu" ucap Ali membuat El bangun dan beranjak keluar kamar dan masuk kekamarnya untuk cuci muka.
" Udah ah yuk" ucap Prilly yang diangguki Ali dengan segera mereka turun dan menuju meja makan tak lama El datang dan duduk.
" Ayo makan" ucap Prilly dengan segera mereka makan dengan suasana yang berbeda dari sebelumnya
" Sayang, besok kita makan siang diluar ya, kebetulan Verrel temen aku waktu SMA sudah kembali ke Indonesia jadi aku Kevin dan Verrel berencana makan siang" ucap Ali yang diangguki prilly
" Iya, Mila ikutkan " ucap Prilly yang diangguki Ali
" El juga harus ikut" ucap Ali membuat El menatapnya
" Besok El ada meeting sama kolega jadi gak bisa" ucap El, sebenarnya ia tidak ingin meeting tapi ia males ikut karena pasti akan sangat membosankan mendengarkan para orang tua ngobrol, mending ia di kantor .
" Kamu tunda dulu lah, Daddy kan pengen ngenalin kamu ketemen Daddy bahwa Daddy memiliki anak yang tampan" ucap Ali membuat El menatapnya malas
" Daddy lebay, lagipula tanpa Daddy kenalin juga temen Daddy udah pasti tau" ucap El membuat Ali menghela nafas
" Daddy gak mau tau kamu harus datang" ucap Ali
" Oke tapi aku telat" ucap El yang diangguki Ali
" Oke, tidak apa-apa, yang penting datang" ucap Ali yang diangguki El.
" Ouh iya tadi Daddy bilang kamu mau tinggal di apartemen betul?" Tanya Prilly
" Iya mom, boleh kan" ucap El
" no, sebelum menikah kamu harus tinggal di sini, tidak ada penolakan ataupun bantahan" ucap Prilly membuat El menghela nafas
" Yaudah terserah mommy, El mau kekamar ngantuk" ucap El membuat Prilly menatapnya lalu mengangguk dengan segera El pergi menyisakan Ali dan prilly
" Ayo sayang" ucap Ali membuat Prilly menatapnya
" Bentar, aku beresin ini dulu" ucap Prilly membuat Ali menggelengkan kepalanya
" Biar art aja, lebih baik kamu cari pahala menyenangkan suami, kita bikin April junior yang cantik" ucap Ali membuat Prilly menatapnya tajam, membuat Ali langsung menggendongnya ke kamar.
Jangan lupa untuk vote pollow and coment ya guys biar aku semangat
