17 | Honeymoon

5K 431 32
                                        

PART 17 : Honeymoon

***

Setelah saling sepakat untuk menerima peran baru sebagai suami istri, bukan berarti hubungan Prabu dan Kinan semakin manis tiap harinya. Tentu tidak. Keduanya masih kerap bertengkar mengenai hal-hal kecil seperti Prabu yang sembarangan menaruh handuk basah di atas ranjang yang membuat Kinan mengomel seharian. Juga laki-laki itu yang suka sekali asal tarik baju di lemari yang membuat tumpukan lainnya jadi berantakan.

Uh, Kinan sebal dengan dua kebiasaan Prabu itu. Setiap dia mengomel, maka si suami laknatnya itu hanya tertawa kesenangan atau biasanya akan menjawil ujung dagunya sebelum berlari keluar kamar untuk menghindari amukannya.

Menyebalkan sekali 'kan?

Selain dua kebiasaan yang menjengkelkan itu, Prabu juga memiliki kebiasaan baru yang selalu membuat pipinya merona malu.

Pertama, laki-laki itu jadi suka sekali mencium bibirnya setelah ia memberikan izin di malam resepsi pernikahan mereka.

Kedua, setiap tidur Prabu akan selalu menjadikan ia guling. Alasannya karena nyaman memeluk tubuhnya yang empuk atau dengan kata lain Prabu sedang mengatainya gendut.

Harusnya Kinan marah 'kan? Tapi herannya dia hanya mendumel lalu membiarkan tubuhnya dijadikan guling hingga pagi menyapa selama hampir dua minggu ini.

Jadi ketika membuka mata seperti pagi ini, Kinan sudah tidak terkejut lagi kala netra menemukan wajah tampan Prabu yang terpampang dihadapannya dalam jarak yang sangat-sangat dekat.

Ia yakin gadis-gadis di kampus mereka pasti akan sangat iri padanya andai tahu jika setiap pagi ia selalu menikmati wajah tampan Prabu dari jarak yang super dekat.

Demi apapun, Prabu memang tampan. Bahkan otak dan hatinya saja sulit mengelak hal itu.

Prabu memiliki alis yang lebat hingga nyaris menyatu, hidung bangir, bibir tipis, dan juga tubuh yang tinggi. Rambutnya yang bergelombang selalu dibiarkan acak-acakan hingga memberi kesan cool yang membuat para gadis menahan jeritan.

Serius, Kinan tidak sedang berdusta. Bahkan gadis-gadis di kelas mereka sering ia lihat mencuri pandang ke arah Prabu sambil berdecak kagum.

Grep.

Bola mata Kinan membelalak kaget saat merasakan tarikan di pinggangnya.

"Lo udah bangun?" Cicitnya sambil berusaha mendongak untuk melihat Prabu yang menyembunyikan wajah di ceruk lehernya.

"Heum,"

Astaga..

Kinan ingin pingsan. Bukan karena sesak napas, melainkan tingkah Prabu yang suka bermanja-manja seperti ini lah yang membuat jantungnya suka sekali berdebar kencang akhir-akhir ini.

"Kalau gitu cepetan lepasin gue. Mau sampai kapan sih peluk-peluk terus?"

"Bentar,"

"Kita belum sholat subuh, Prabu. Dan kalau-kalau lo lupa, lo udah janji buat nganterin gue ke pasar."

Biasanya bila sedang pulang ke kampung halaman, setiap pagi Kinan selalu pergi belanja bersama kakak iparnya ke pasar yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Sementara ibunya menjaga warung sembako yang kebetulan berada di samping rumah mereka. Namun khusus untuk pagi ini, Kinan akan pergi bersama Prabu yang semalam menawarkan diri untuk ikut ke pasar menggantikan Mbak Danita.

"Lima menit lagi. Besok-besok udah nggak bisa peluk kamu lagi soalnya."

Well, besok Prabu sudah balik ke Jakarta setelah dua minggu berada di Semarang. Sementara Kinan sendiri sudah Prabu izinkan untuk menghabiskan sisa liburan semester di rumah orang tuanya.

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang