PART 26 : Menjadi satu
***
"Eh, ada ibu negara."
Kinan menahan diri untuk tidak melakban mulut Faiz saat laki-laki itu datang ke ruangan yang tengah ia tempati sembari menunggu kedatangan Prabu. Lebih tepatnya basecamp anggota PARF.
"Laki lo masih di belakang. Lagi ambil minum katanya."
Yang Kinan angguki saja.
"Eh, busetttt.. sombong amat lo Kin mentang-mentang udah jadi ibu negara. Gini-gini, gue juga seorang rakyat yang perlu diperhatikan. Lo mau gue ngespill perilaku buruk lo ini di media sosial biar kredibilitas sebagai ibu negara langsung turun drastis?"
Bola mata Kinan bergulir sebal. Sekarang dia paham betul mengapa Prabu dan Faiz bisa awet menjalin pertemanan.
Selain menjadi manusia random, keduanya juga berisik.
"Gaya lo sok iye banget Iz!"
Raka yang baru datang langsung menoyor kepala Faiz yang tak segan-segan mengeluarkan umpatan.
"Nggak usah dengerin ocehan si kunyuk ini, Kin. Emang nggak penting banget nih orang."
"Iya Ka."
"Wahhh, gitu lo ya Kin? Ke gue aja nggak mau nyahut, giliran si playboy ini malah lo iya-iya aja."
Gantian Faiz menoyor Raka saat laki-laki itu mendapati temannya cengar-cengir dengan gaya sok ganteng.
"Kalian bisa nggak sih di depan cewek nggak usah ribut?"
Athar yang berdiri di belakang Raka segera melewati kedua temannya itu lalu mengambil tempat duduk tak jauh dari keberadaan Kinan.
"Sengaja kesini buat bertemu Prabu, Kin?"
Gadis itu menggeleng cepat.
"Enggak, Thar. Kebetulan tadi habis jalan-jalan, terus Zia minta mampir ke Kedai CHA."
Athar manggut-manggut mengerti lalu meneguk minuman kaleng yang berada di tangan kanannya.
"Um, Thar?" Panggil Kinan ragu-ragu lalu memposisikan tubuh menghadap Athar yang kini menatapnya dengan senyuman lembut.
"Kenapa Kin?"
"Um, kamu udah ada pacar?" Tanyanya yang kemudian meringis salah tingkah.
"Wahhhh, kenapa nih tiba-tiba nanya status Athar? Ati-ati Kin, kalau Prabu tahu bisa ngamuk doi."
Kinan melirik tajam ke arah Faiz yang justru tergelak puas. Namun wajah cantik itu kembali terhias senyum saat beralih menatap Athar.
"Jadi gimana Thar? Udah ada pacar belum?"
Athar menggeleng santai. "Belum. Memangnya kenapa?"
Senyum di wajah Kinan pun semakin merekah.
"Um, itu.. ada temenku yang ngefans sama kamu tapi dia nggak berani buat bilang."
"Siapa Kin? Zia? Nadin? Atau.." Raka menggantungkan kalimat sambil tersenyum menggoda. "Kieran?!" Lalu tergelak puas setelahnya yang hanya Kinan tanggapi dengan menggulirkan bola mata.
Kenapa sih, dari semua anggota PARF yang waras hanya Athar saja?
Kinan tidak bisa membayangkan akan sepusing apa kepalanya bila dipaksa menghadapi ocehan Prabu, Raka, dan Faiz setiap harinya.
Kini ada satu pertanyaan yang membuatnya penasaran. Kenapa Athar bisa kuat berteman dengan ketiga laki-laki berisik itu?
"Lo salah Rak," sahut Faiz sok tahu sambil merangkul pundak Raka yang berdiri di sampingnya. "Bukan Zia, Nadin, apalagi Kieran. Bisa jadi Kinan sendiri yang ngefans sama Athar."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
Romance--REPOST-- * Ini adalah kisah milik Prabu Dwi Ranjaya dan Kinandari Adya Rumaisya. Dua mahasiswa semester empat yang harus terjebak ke dalam pernikahan di usia mereka yang baru menginjak 20 tahun. Semua berawal dari kesalahpahaman yang membuat kedua...
