PART 24 : Dating
***
"DEMI APA?!"
"Sstttt, nggak usah teriak-teriak!"
Kinan segera menarik tangan Zia dan Nadin untuk menjauhi keramaian setelah ia mengakui adanya hubungan bersama Prabu. Namun hanya mengatakan bahwa mereka berpacaran, bukan menikah.
Entahlah, Kinan hanya belum siap mengungkapkan kenyataan itu pada kedua temannya kendati teman-teman Prabu sudah mengetahui status mereka. Biar nanti Zia dan Nadin tahu dengan sendirinya saja.
"Kok bisa?!" Masih Zia yang berseru heboh lalu buru-buru menutup rapat mulutnya. "Gimana ceritanya Kin?" Mendadak gadis itu berubah antusias.
"Bukannya elo nggak suka sama si Prabu ya? Terus gimana dong nasibnya Kieran?"
Kinan menghela napas lalu menyandarkan punggungnya ke tembok.
"Ya nggak gimana-gimana, gue bakal tetap berteman sama Kieran kok."
"Salah Kieran sendiri nggak gercep." Sahut Nadin sebelum menoleh pada Kinan dengan senyuman lebarnya.
"Gue tuh udah curiga waktu Zia kirim foto IG storynya si Prabu ke grup chat kita. Nggak tahu kenapa gue yakin banget kalau tuh cewek itu elo, Kin. Cuma ya gue nggak mau maksa lo buat jujur karena gue yakin pasti lo punya alasan sendiri kenapa nutupin hal itu ke gue sama Zia."
"Sorry," Kinan mendesah panjang. "Gue aja nggak nyangka bisa jadian sama Prabu."
"Jangan-jangan lo kena pelet Kin?" Sahut Zia yang kemudian tergelak sendiri.
"Aduh, aduh, gue masih kepo dong. Kok bisa lo mau pacaran sama Prabu sih?" Tanyanya dengan nada berbisik. "Awalnya gimana Kin? Benci jadi cinta gitu?" Cecarnya penasaran.
"Kalau cewek lain sih gue paham banget kenapa mereka mau jadian sama Prabu. Secara doi ganteng dan dari dulu udah jadi incaran cewek-cewek di kampus. Tapi elo?" Zia memindai Kinan dari atas sampai bawah.
"Lo bahkan pernah nampar Prabu di depan banyak orang, makanya gue langsung speechless waktu lo bilang udah jadian sama Prabu."
Di tempatnya berdiri Kinan hanya bisa menghela panjang.
"Tapi inget ya, ini rahasia kita bertiga. Gue nggak mau ada yang tahu. Bisa repot nanti."
Nadin dan Zia kompak mengacungkan ibu jari.
"Gue nggak bisa bayangin ekspresi Maura kalau tahu lo sama Prabu beneran jadian." Kekehnya sembari merangkul lengan Kinan. "Mendadak gue kepikiran lo bakal dilabrak sama si mbak mantan. Tapi tenang aja Kin, gue siap pasang badan buat elo kok."
"Otak lo beneran drama banget Zi," Kinan hanya mampu geleng-geleng kepala.
"Jadi, kenapa lo tiba-tiba mau jadi pacar Prabu?" Kali ini Nadin yang angkat bicara.
Mereka kembali melanjutkan langkah menuju kelas dengan posisi Kinan yang berjalan di tengah.
"Um, gue juga nggak tahu, Nad. Effort Prabu mungkin? Dia tuh tipe cowok yang pantang menyerah walaupun udah gue tolak berkali-kali. Gue juga udah bosen ih jadi jomblo terus, makanya iya-iya aja waktu Prabu ngajakin pacaran." Kinan sengaja memamerkan cengiran lebarnya supaya tidak menimbulkan kecurigaan kedua temannya.
"Terus gimana sama Kieran? Bukannya lo suka sama dia ya, Kin?"
"Suka bukan berarti harus pacaran 'kan, Nad? Lagian Kieran kurang sat set. Kan lo sama Zia tahu sendiri kalau gue nggak suka cowok lelet, hehehe.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
Romance--REPOST-- * Ini adalah kisah milik Prabu Dwi Ranjaya dan Kinandari Adya Rumaisya. Dua mahasiswa semester empat yang harus terjebak ke dalam pernikahan di usia mereka yang baru menginjak 20 tahun. Semua berawal dari kesalahpahaman yang membuat kedua...
