Jangan lupa vote & komen ..
***
PART 32 : Lost
***
TIN. TIN. TINNNNNN..
"Astaghfirullah,"
Refleks Kinan menyentuh dadanya yang berdetak kencang setelah ia nyaris tertabrak sepeda motor.
"Kin, lo nggak apa-apa?"
Wanita itu memberi anggukan kepada dua orang temannya.
"Gue nggak apa-apa kok."
"Ck! Siapa sih tuh orang?! Kurang ajar banget. Udah hampir nabrak anak orang, bukannya minta maaf malah main kabur lagi." Zia memaki pengendara sepeda motor yang jelas sekali seorang perempuan.
"Padahal jalanan masih luas, kenapa tuh orang malah mepet-mepet kesini sih?" Gantian Nadin yang mendumel sembari merangkul Kinan. "Lo beneran nggak apa-apa 'kan?"
Kinan kembali mengangguk.
"Cuma kaget aja tadi."
Bagaimana tidak jantungan, body bagian depan motor sudah mengenai sebelah kakinya. Andai si pengendara tidak buru-buru memutar stang, mungkin dia sudah tertabrak.
"Kayak sengaja banget nggak sih? Secara jalan sebelah kosong loh."
"Udah nggak apa-apa Zi, mungkin orangnya lagi nggak fokus." Kinan tersenyum menenangkan meski tubuhnya masih bergetar lantaran terkejut.
"Gue sama Nadin nyebrang sekarang ya Zi? Mas-mas ojolnya mau nyampe nih."
"Oke. Gue juga udah deket, ati-ati ya? Sampai ketemu lagi di hari senin."
Ketiganya saling melambaikan tangan lalu Nadin segera menuntun Kinan untuk menyebrangi jalan.
Well, mereka masih berada di sekitar area Kedai CHA. Ketiganya memutuskan pulang setelah menghabiskan makanan tanpa menunggu PARF selesai perform mengingat waktu yang sudah sore.
"Lo langsung balik ke apartemen apa rumah mertua?"
"Ke apartemen dulu. Udah gerah banget nih badan, sekalian mau ambil baju ganti."
"Oke, kalau gitu gue duluan. Lo nggak apa-apa nunggu disini sendirian Kin? Apa gue perlu ngomong sama mas ojolnya biar nunggu punya lo dateng?"
Kinan menggeleng cepat. "Lo pulang duluan aja, Nad. Punya gue bentar lagi nyampe kok. Udah sana, balik."
"Beneran nggak apa-apa nunggu sendirian?"
"Tenang, ada banyak orang kok disini."
Sambil menunjuk beberapa orang yang berjalan melewati mereka.
"Udah sana cepetan naik, kasian tuh mas ojolnya nungguin lo dari tadi."
Nadin menghembuskan napas panjang lalu memberi anggukan kepala.
"Lo ati-ati ya?"
"Sip. Lo juga."
Tak lama setelah kepergian Nadin dan Zia, ojek online yang Kinan pesan pun tiba. Wanita itu hanya pulang untuk mandi dan mengambil baju lalu pergi ke rumah orang tua Prabu untuk menginap disana mengingat sudah dua minggu mereka tidak berkunjung.
"Gimana Kin, perutnya masih sakit?"
Yasmin menyusul menantunya ke kamar sambil membawakan teh jahe setelah tadi Kinan mengeluh perutnya agak nyeri.
"Udah agak mendingan kok, Ma."
Kinan yang bersandar pada kepala ranjang lantas mengelus perut yang sebenarnya mulai terasa nyeri setelah ia hampir tertabrak motor. Puncaknya tadi saat ia tak sengaja membuka permintaan DM dari akun anonim yang berisi makian dan ancaman. Sebenarnya pesan itu sudah dikirim dari dua hari lalu, namun ia baru sempat membukanya hari ini. Akibatnya tak hanya kepala yang pusing, perutnya pun kembali nyeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
Romance--REPOST-- * Ini adalah kisah milik Prabu Dwi Ranjaya dan Kinandari Adya Rumaisya. Dua mahasiswa semester empat yang harus terjebak ke dalam pernikahan di usia mereka yang baru menginjak 20 tahun. Semua berawal dari kesalahpahaman yang membuat kedua...
