PART 15 : Secret
***
00:00.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Kinan yang seharusnya sudah terlelap terlebih seharian ini sibuk melayani para tamu yang datang silih berganti, justru masih terjaga padahal esok hari ada kegiatan panjang yang menanti.
Tentu ada alasan dibalik mata yang enggan terpejam. Adalah suami laknat Kinan yang belum juga memejamkan mata.
Alih-alih saling memunggungi supaya memberi rasa nyaman, Kinan justru merasa dilubangi setelah memberi punggung pada Prabu.
Masalahnya, suami yang sebenarnya enggan Kinan akui itu berlagak menyebalkan. Sengaja menyangga kepala dengan posisi wajah menghadap ke samping--ke arah tempat tidur Kinan, Prabu terus menghunus tatapan lurus ke depan yang mau tidak mau membuat Kinan salah tingkah.
Meski tidak memiliki perasaan apapun terhadap Prabu, tetap saja jika ditatap sedemikian rupa oleh lawan jenis akan menghantarkan rasa malu yang perlahan berubah menjadi salah tingkah.
Memang ada guling di tengah-tengah mereka, masalahnya yang Prabu tatap bukan guling yang menjadi sekat, melainkan punggung Kinan.
"Lo nggak capek liatin gue mulu?"
Tidak tahan dengan tatapan Prabu yang membuatnya tidak bisa terlelap, Kinan akhirnya memutuskan duduk dan melabrak laki-laki itu.
"Siapa yang lagi liatin elo?"
Masih mempertahankan posisinya yang menyangga tangan, Prabu menaikkan kedua alis dengan wajah tanpa ekspresi.
"Nggak usah ngelak deh, Prab. Mending lo balik badan terus tidur. Atau--"
"Lo bakal cium gue?"
Dengan cengiran lebar khas dirinya, Prabu ikut duduk sambil bersila lalu sengaja memonyongkan bibirnya.
"Bwuruwan Kwin,"
Plak.
Alih-alih mendapat sapuan lembut, bibir monyong Prabu justru dihadiahi tabokan oleh Kinan yang kemudian mendengkus.
"Kampret!!" Seru Prabu yang langsung mengusap-usap bibirnya.
"Cium, Kinan! Cium. Lo ngerti arti cium nggak sih? Kan udah gue ajarin bolak-balik."
Kinan memutar bola mata.
"Sekarang mending lo turun terus ambil selimut di lemari gue. Habis itu lo bentangin deh tuh selimut di lantai." Desahnya lelah. "Gue beneran ngantuk, Prab. Please, sekali aja nggak usah bikin emosi bisa nggak sih?"
"Dih, nih anak suka ngadi-ngadi." Prabu geleng-geleng kepala. "Emosi dibuat sendiri malah nyalahin orang."
"Prab!!"
"Gue tuh dari tadi lagi mikir, kira-kira besok mau buat konten apa. Kan sayang Kin, resepsi nikahan mahal-mahal nggak dibuatin konten."
"Ya ampun, Prabuuuuuu.."
Kinan menangkup kedua pipinya dengan ekspresi lelah.
"Please, nggak usah ribet. Lo mau anak-anak kampus tahu kita nikah muda hah?"
"Gue sih yes, kalau lo gimana Kin?"
Prabu sialan!
"Menurut lo?!" Kinan sedikit membentak.
"Gue beneran ngantuk, Prab. Jadi kalau lo masih mau begadang, mending sono keluar. Gabung sama bapak-bapak kompleks yang lagi pada begadang buat jagain di luar.
"Gue juga ngantuk," dengan santainya Prabu merebahkan diri lalu memindahkan guling ke belakang punggung.
"Sayang, sini bobo. Mas Prabu siap peluk sampai pagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
Romansa--REPOST-- * Ini adalah kisah milik Prabu Dwi Ranjaya dan Kinandari Adya Rumaisya. Dua mahasiswa semester empat yang harus terjebak ke dalam pernikahan di usia mereka yang baru menginjak 20 tahun. Semua berawal dari kesalahpahaman yang membuat kedua...
