Jangan lupa vote & komen ..
***
PART 31 : Who?
***
Ketiga gadis itu membuat kehebohan di KPop Store yang sedang mereka kunjungi di hari libur kuliah. Berlarian kesana kemari, dua jam rasanya seperti sepuluh menit bagi ketiganya yang seolah tidak merasakan capek.
"Gue kayaknya jadi deh beli albumnya NCT. Siapa tahu dapet photocard Na Jaemin, tapi kalau nggak dapet ya udah deh, nggak apa-apa. Nanti gue beli posternya sekalian." Lapor Nadin yang disambut tatapan iri kedua temannya.
"Tabungan gue masih kurang buat beli light stick Seventeen." Zia mendesah lemas.
"Beli printilan dulu aja, Zi. Poster kayak Nadin, atau casing hape?" Kinan memberi saran yang diangguki lesu oleh Zia.
"Mau nggak mau Kin."
"Lo jadi beli apa Kin?"
"Tadaaaaaaa,"
Kinan mengangkat hoodie kebesaran yang bertuliskan STRAY KIDS pada bagian depan, sementara bagian belakangnya terdapat foto deretan cowok-cowok kesayangan. Tak hanya satu, Kinan membeli dua hoodie sekaligus. Yang satu warna pink, sementara satunya lagi biru.
"Lo beli dua?" Nadin bertanya lagi yang diangguki Kinan dengan penuh semangat.
"Gue juga beli kaus dua sama topinya dua."
"Tumben beli dua sekaligus? Ah, gue lupa," Zia menepuk jidat. "Sekarang lo 'kan udah ada yang ngasih nafkah makanya nggak ada tuh mode pengiritan lagi." Godanya yang dibalas kekehan oleh Kinan.
"Yang satu buat Prabu." Ucap wanita itu malu-malu.
"Lo dikasih mantra apa sama Prabu nyampe jadi klepek-klepek kayak gini?" Nadin tertawa geli. "Gue masih inget banget waktu lo gampar Prabu di kantin cuma gara-gara tangan lo dicium. Ck! Padahal udah jadi suami istri 'kan?"
Kinan ikut tertawa lalu mendekap kedua pipinya yang merona.
"Gue juga nggak tahu Nad. Sekarang malah maunya deket-deket sama Prabu terus. Kayaknya beneran kena pelet deh,"
Zia mencebik lalu merangkul pundak Kinan.
"Itu yang namanya karma, Kin. Lo sih pake acara benci segala, ujungnya jadi bucin gini 'kan?"
Kinan terdiam sebentar sembari berpikir. "Um, menurut lo pada, Prabu risih nggak ya gara-gara gue sering nempelin dia kemana-mana?"
"Ck! Mana ada laki lo risih. Yang ada demen." Cibir Zia yang disambut senyuman lebar Kinan.
"Syukurlah. Yuk, kita ke kasir. Habis ini langsung ke Kedai CHA ya?"
Nadin dan Zia saling pandang lalu mengangguk kompak.
"Iya-iya, apa sih yang enggak buat temen kita yang lagi bucin."
Kinan hanya tertawa saja menanggapi ledekan teman-temannya.
*
Meninggalkan Nadin dan Zia yang sedang menunggu pesanan mereka, Kinan pergi menghampiri Prabu yang sedang berada di basecamp bersama ketiga anggota PARF yang lain. Rencananya mereka akan tampil live music hari ini mengingat besok Prabu mengambil libur untuk mengajaknya jalan-jalan.
"Eh, Mbak Kinan. Mau ketemu Prabu?"
Kinan menghentikan langkah saat tak sengaja berpapasan dengan Arief. Salah satu karyawan Kedai CHA yang sudah mengenalinya sebagai istri Prabu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
Romance--REPOST-- * Ini adalah kisah milik Prabu Dwi Ranjaya dan Kinandari Adya Rumaisya. Dua mahasiswa semester empat yang harus terjebak ke dalam pernikahan di usia mereka yang baru menginjak 20 tahun. Semua berawal dari kesalahpahaman yang membuat kedua...
