13 | Jealous?

5.5K 409 34
                                        

PART 13 : Jealous?

***

Bak manekin, tubuh Kinan berubah kaku usai Prabu menarik bibir lelaki itu dari bibirnya. Bahkan mata yang biasa mengerjap kini melotot tak percaya atas apa yang barusan terjadi.

Demi apapun, Prabu baru saja menciumnya. Meski hanya menempelkan bibir selama beberapa detik atau bahkan sudah mencapai angka satu menit, baginya hal itu sudah terhitung sebagai ciuman.

Ya ampun ..

Kinan memegang bibirnya masih dengan mata melotot tak percaya.

Ciuman pertamanya diambil oleh Prabu?

Perlahan kesadaran mulai kembali, Kinan yang telah berhasil mengerjapkan mata sontak melirik tajam ke arah Prabu yang justru begitu santai menghabiskan sisa burger milik lelaki itu. Alih-alih tersipu malu, Kinan justru merasa kesal karena seseorang yang ia benci baru saja mencuri ciuman pertamanya.

Bugh. Bugh. Bugh.

"Aduh, aduh, apa-apaan sih Kin?!"

Prabu berteriak saat mendapatkan amukan Kinan yang memukuli bahunya tanpa ampun.

"KINAN STOP! LO MAU GUE MATI TERSEDAK?"

Kinan menghentikannya dengan napas memburu.

"LO YANG APA-APAAN PRABU!!!" Omel gadis itu dengan bibir mencebik kesal. "GUE BENERAN BENCI BANGET SAMA ELO!" Teriaknya sambil mengusap sudut mata yang berair.

"Lo kurang ajar tahu nggak?!"

Kinan terus memaki meski telah menurunkan nada suaranya yang mulai serak.

"Itu first kiss gue! Kenapa sih lo jahat banget ngelakuin hal tadi ke gue?!"

Alih-alih merasa bersalah, yang dilakukan Prabu justru memutar bola mata jengah.

"Gue baru tahu kalau suami mencium istrinya sendiri dianggap sebagai kejahatan," desahnya malas. "Bukanya malah jadi ladang pahala buat kita ya Kin? Dibanding menyesal, lo harusnya bersyukur karena ciuman pertama lo jatuh ke bibir lelaki yang tepat."

Kinan merotasikan bola matanya.

"POKOKNYA GUE BENCI SAMA LO, PRABU!"

"Gue tahu," sahut lelaki itu santai. "Habisin dulu nasi gorengnya. Setelah ini kita beresin semua baju-baju lo."

"Gue nggak mau pindah. Nanti gue yang bakal bilang sendiri ke Mama Yasmin kalau gue bakal tetap tinggal di kos-kosan selama dua minggu ke depan."

Setidaknya Kinan perlu menjaga kewarasan sebelum nantinya menjadi gila setelah tinggal satu atap bersama Prabu.

"Oke, kalau gitu gue juga bakal tinggal disini."

"YA!!!" Kinan berseru tidak terima.

"Kenapa? Ada masalah?" Prabu mengakhirinya dengan senyuman miring. "Sampai detik ini kita masih suami istri, Kinan. Nggak ada yang salah bagi pasangan yang telah menikah tinggal bersama."

"Pengecualian buat kita, Prabu!"

Mengabaikan seruan Kinan, Prabu yang telah menghabiskan sisa burger lantas mengutak-atik ponsel untuk menghubungi seseorang.

Tepat setelah sambungan terhubung, lelaki itu segera mengaktifkan pengeras suara supaya Kinan turut mendengar percakapan antara dirinya bersama ibu mertua.

Ya, Prabu baru saja menghubungi Ibu Kinan.

"Assalamualaikum Nak Prabu,"

Bola mata Kinan seketika melotot begitu mendengar suaranya lembut ibunya.

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang