33 | Alone

3.9K 511 89
                                        

PART 33 : Alone

***

Sudah setengah jam berlalu, Kinan yang tak kunjung mendapati kedatangan Prabu memilih berjongkok lantaran kaki yang mulai pegal. Sesekali wanita itu menolehkan kepala ke belakang dan berharap suaminya buru-buru datang mengingat antrean mereka yang tidak lama lagi.

Tidak ada pikiran Prabu tersesat mengingat laki-laki itu tidak hanya sekali pergi ke dunia fantasi. Ia pikir cukup banyak pembeli sampai membuat Prabu harus menunggu lama.

Tapi 30 menit rasanya terlalu lama hanya untuk mendapatkan burger dan minuman 'kan?

Menghela panjang, Kinan beranjak berdiri dengan pandangan lesu. Ingin menyusul Prabu tapi rasanya sayang bila meninggalkan antrean setelah menunggu setengah jam lamanya. Jadi ia pun memutuskan untuk menghubungi nomor sang suami. Namun sampai dering ketiga, tidak ada tanda-tanda panggilan telponnya diangkat.

Mengusap wajah frustasi, Kinan kembali menoleh ke belakang. Berharap melihat Prabu sedang melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum lebar. Namun sekali lagi yang ia dapatkan hanyalah kekecewaan.

"Ayo Kak, silakan masuk."

Kinan memberi anggukan kepada petugas yang berjaga.

"Sebentar Mas."

Menghembuskan napas panjang karena tak kunjung menemukan batang hidung suaminya, Kinan putuskan menaiki bianglala sendirian dengan raut kecewa yang tercetak jelas di wajahnya.

Padahal dia ingin mengabadikan momen indah bersama Prabu, tapi yang ditunggu malah tak kunjung menampakkan diri.

Salahnya juga memang yang menitip untuk dibelikan burger.

Kepada : Si Babuy

Mas, aku naik bianglala duluan soalnya kamu lama. Maaf :(

terkirim ..

Ketika bianglala mulai berputar, mata Kinan sibuk mencari sosok suaminya diantara banyaknya manusia di bawah sana.

"Kamu dimana sih, Mas? Ish, tahu gini aku nggak biarin kamu pergi."

Lalu ia hembuskan napas panjang.

Sirna sudah bayang-bayang indah menaiki bianglala berdua sambil bercerita tentang banyak hal.

Mengecek kembali ponselnya barangkali ada pesan balasan dari sang suami, lagi-lagi Kinan dibuat kecewa lantaran tidak ada kabar apapun dari Prabu. Bahkan pesan yang ia kirim sebelumnya belum dibuka sama sekali.

"Ya ampun Prabu, kamu dimana sih?"

Rasa kecewa perlahan berubah menjadi ketakutan. Ia coba hubungi ulang nomor sang suami namun lagi-lagi tidak ada jawaban.

"Apa hapenya jatuh ya? Bisa jadi Prabu lagi nyariin makanya lama." Gumamnya menebak-nebak.

Tidak lagi menikmati permainan yang menjadi impiannya selama ini, Kinan hanya berharap mesin segera berhenti supaya ia bisa mencari Prabu.

Kepada : Si Babuy

Mas, kamu ada dimana?

Aku bentar lagi turun.

Kamu baik-baik aja 'kan?

Masih ngantre beli minum sama burger?

Aku nggak jadi nitip aja kalau masih lama.

Masssssssss..

Telponku diangkat dong.

Duh, kamu kok bikin aku khawatir sih..

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang