21 | Malam pertama

6.5K 461 65
                                        

Jangan lupa vote & komen ..

***

PART 21 : Malam pertama

***

Suara decakan lidah yang saling beradu mesra terdengar dari sebuah kamar bernuansa hitam khas anak lelaki. Pelaku utamanya adalah sepasang suami istri yang sudah tiga bulan menikah namun keduanya masih memegang gelar anak gadis dan perjaka.

Tak pernah mengumbar kemesraan di depan orang lain, justru lebih banyak beradu mulut, siapa sangka jika Prabu dan Kinan menyukai kelembutan bibir masing-masing hingga tanpa sadar hubungan yang awalnya terasa asing perlahan menjadi sedekat nadi.

Berhasil memindahkan tubuh Kinan ke atas ranjang dengan bibir yang saling tertaut mesra, kini Prabu sudah seperti orang mabuk yang hilang kendali. Seolah tidak cukup hanya menciumi bibir Kinan yang entah sejak kapan menjadi candu yang enggan dirinya lepas, bibirnya yang sedang malas menganggur tiba-tiba saja bergerak menyusuri leher jenjang istrinya yang mulus dan wangi.

Padahal mereka memakai sabun yang sama, tapi entah mengapa sabun cair miliknya terasa berbeda setelah menempel di kulit lembut milik Kinan. Aromanya menjadi lebih segar dan memabukkan.

Ya, saking memabukkannya Prabu sampai tidak sudi menjauhkan diri. Terlebih saat ini Kinan hanya menggunakan selembar handuk yang bagian bawahnya tersingkap hingga menampilkan paha mulus istrinya yang baru kali ini dilihatnya secara langsung.

Kinan sangat indah.

Demi apapun, Prabu ingin menyentuh seluruh yang ada dalam diri istrinya.

"Prabu," suara lirih yang sialnya terdengar seperti desahan membuat laki-laki itu mengalihkan pandangan ke arah gadis cantik yang kini berada di bawah tubuhnya dengan pipi yang telah merona.

Selain indah, Kinan benar-benar menggemaskan.

Ya ampun ..

Prabu paling tidak bisa melihat bibir Kinan terbuka.

Jadi untuk membuat benda kenyal itu tertutup, dia segera menundukkan wajah lalu menyatukan kembali bibir mereka hingga tabokan di pundak terpaksa membuatnya menarik diri.

"Handukku mau lepas." Cicit Kinan malu-malu sambil mencengkram ujung handuk bagian atas. "Kamu minggir dulu." Pintanya tanpa berani menatap wajah Prabu yang sedang tersenyum tanpa melepaskan pandangan darinya.

"Nggak usah liatin aku kayak gitu please, aku malu."

Demi apapun, Kinan merasa seluruh tubuhnya seperti terbakar hanya karena ditatap sedemikian rupa oleh Prabu. Terlebih penampilannya saat ini sangat kacau. Meski mereka sudah menjadi suami istri, tapi dia masih sangat malu bila memamerkan lekuk tubuhnya secara terang-terangan.

"Buat apa dibenerin? Kita 'kan mau malam pertama."

Menahan senyum gelinya, Kinan lantas mengeluarkan suara dengkusan pelan.

"Ini masih sore kalau kamu lupa."

"Ya udah berarti diganti jadi sore pertama."

"Kita bahkan udah melewati sore berkali-kali sebagai pasangan suami istri." Sanggah Kinan lagi.

"Bukan menghabiskan sore seperti sebelum-sebelumnya, khusus hari ini aku mau sore yang berbeda."

Jantung Kinan kembali berdesir saat merasakan usapan jemari Prabu disekitar bibirnya.

"Ngomong-ngomong Kin, mulai sekarang aku mau kita tetap seperti ini."

"Seperti apa?" Tanyanya tanpa berkedip saat bola mata mereka bertemu.

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang