Kangen Mas Prabu sama Mbak Kinan, kita repost ini dulu ya :)
Btw, cerita Prabu Kinan sudah tersedia lengkap di Karya Karsa. Cari aja ulmaok ❤️
***
PART 11 : Mas Prabu
***
Seolah tamparan beberapa waktu lalu terjadi di dunia halu, saat ini Prabu justru bertingkah seperti tidak pernah ada keributan yang terjadi sebelumnya. Bak mendapat tamparan kasih sayang, lelaki itu justru senyum-senyum seperti orang gila yang kian membuat ketiga temannya mendesah tak percaya.
"Lo cinlok sama Kinan gara-gara tugas Pak Kaisar, Prab?"
Raka yang memulai interogasi justru ditoyor oleh Faiz yang langsung mencebik. "Bukan cinlok Nyet, tapi cinta sebelah pihak." Sahutnya penuh semangat sebelum tergelak puas.
"Oh iya Iz, lo bener. Kinan aja nggak sudi ya deket-deket sama si Bubu? Tapi tenang Bub, nggak cinlok bukan berarti lo nggak bisa makan cilok." Raka tertawa renyah sementara Prabu dan Athar kompak memutar bola mata.
"Jadi apa hubungan lo sama Kinan, Prab?"
Mengabaikan tawa kedua temannya yang masih berderai, Athar yang sudah menahan rasa penasaran sedari tadi lantas bertanya.
"Gue tahu lo belum sepenuhnya bisa ngelupain Maura, tapi gue harap lo deketin Kinan bukan untuk mempermainkan perasaannya dengan dalih move on."
Prabu menoleh ke samping sembari menaikkan kedua alis. "Memangnya kenapa kalau gue cuma main-main sama Kinan? Lo nggak suka karena peduli atau cemburu, Thar?" Tanyanya yang diakhiri kekehan ringan.
Melihat adanya keseriusan yang sedang dibicarakan oleh kedua temannya, Raka dan Faiz sontak menghentikan tawa lalu menyimak dengan mimik serius.
"Lo tertarik sama Kinan, Thar?"
Prabu menaikan alias sembari menunggu jawaban Athar yang terdiam untuk beberapa saat.
Demi apapun, dulu Prabu sempat curiga jika temannya itu menyukai Kinan hanya karena beberapa kali ia dapati Athar mencuri pandang pada istrinya ketika kelas sedang berlangsung.
Um, maksud Prabu dulu Kinan belum menjadi istrinya.
Dan kecurigaan itu kembali terangkat saat ia lihat ketidaksenangan Athar atas tuduhan yang tersemat untuknya.
"Gue bukan tertarik," Athar akhirnya bersuara. "Tapi cuma nggak suka sama laki-laki yang hobinya mempermainkan perempuan."
Karena dulu Ibu Athar ditinggal ayahnya yang berselingkuh. Lalu Athar pun berjanji untuk menjadi sebaik-baiknya lelaki yang mana tidak akan menyakiti hati perempuan terlebih pasangannya sendiri.
"Lo kenapa jadi ngelirik ke gue juga sih, Thar?" Protes Raka yang kemudian mencebik saat mendapati lirikan Athar yang turut juga mengarah padanya. "Lo lo pada 'kan tahu sendiri kalau gue cuma pacaran sama Gadis. Soal gue chattingan sama cewek lain itu bukan mau gue. Mereka yang maksa-maksa buat dibales." Ujarnya membela diri.
Faiz menepuk-nepuk pundak Raka yang sudah memasang mode sewot. "Mau kasih penjelasan panjang lebar juga ujungnya sama. Sama-sama bangke lo, Ka!" Lalu tawanya pun pecah.
"Lagaknya ngaku-ngaku cuma punya Gadis seorang, giliran di belakang layar hobinya php-in anak orang. Nggak satu atau dua lagi. Setia prettttt.."
"Berisik lo, Iz!" Omel Raka yang kemudian menempeleng kepala Faiz yang langsung mengaduh.
"Kampret lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
Romance--REPOST-- * Ini adalah kisah milik Prabu Dwi Ranjaya dan Kinandari Adya Rumaisya. Dua mahasiswa semester empat yang harus terjebak ke dalam pernikahan di usia mereka yang baru menginjak 20 tahun. Semua berawal dari kesalahpahaman yang membuat kedua...
