28 | Go public

5.5K 488 44
                                        

Jangan lupa vote & komen 😘😘😘

***

PART 28 : Go public

***

Baginya hati itu seperti cuaca yang tak menentu. Siang terang benderang layaknya dompet kala tanggal muda tiba, lalu tahu-tahu saja malamnya berubah menjadi mendung yang perlahan memunculkan titik-titik hujan yang diiringi suara guntur. Persis seperti tanggal tua yang kerap membuat kepala bagai tersambar petir saat mendapati isi dompet bersih tanpa tersisa.

Ya, begitulah kira-kira pengertian hati versi karangan Prabu.

Ia ingat betul empat bulan lalu masih memiliki segudang cinta untuk Maura Ayu. Satu-satunya gadis yang dipacarinya cukup lama dibanding mantan sebelumnya yang hanya bertahan selama tiga bulan saja. Ia juga ingat betapa berat usaha untuk move on dari sosok Maura yang telah menemani masa remajanya.

Namun siapa sangka ditengah-tengah patah hati yang ia alami, semesta justru mempertemukannya dengan sosok gadis yang sebelumnya hanya ia anggap sebagai teman sekelas. Namun kini sosok itu telah resmi menyandang predikat sebagai istrinya.

Di awal pernikahan, tak ada sedikitpun perasaan sayang apalagi cinta untuk Kinan yang tak pernah ia bayangkan akan menjadi pasangan hidupnya di usia mereka yang masih terlampau muda. Tapi lihatlah sekarang, dia justru seperti orang gila yang sepanjang jalan terus tersenyum hanya karena terbayang-bayang wajah cantik istrinya.

Sudah Prabu bilang 'kan, hati itu seperti cuaca yang tak menentu. Kemarin-kemarin dia merasa terlalu cinta pada Maura, namun dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, perasaan itu entah hilang kemana. Begitu pun perasaannya terhadap Kinan. Awalnya dia hanya peduli pada gadis itu sebagai seorang teman, namun kini ia justru menginginkan Kinan untuk terus menjadi istrinya dan sangat mensyukuri takdir yang telah menyatukan mereka berdua.

Entah akan sehampa apa hidupnya tanpa ikan buntal yang telah menjadi kesayangannya itu.

"Kin, ayo sarapan dulu."

Memasuki apartemen dengan raut ceria, perlahan senyum di wajah tampan Prabu luntur saat laki-laki itu tak kunjung mendapat sahutan dari sang istri.

"Kinan?"

Kamar menjadi tempat pertama yang ia kunjungi namun hasilnya nihil. Tidak ada istrinya disana. Pun di dapur maupun kamar mandi.

Dengan desah yang penuh resah, Prabu segera mengambil ponsel yang sengaja ia tinggal di kamar selagi pergi mencari sarapan dan membeli pil kontrasepsi untuk Kinan. Namun baru juga membuka ruang obrolan mereka, ia mendapati pesan yang dikirimkan oleh istrinya sekitar lima belas menit yang lalu.

Dari : Ikan buntalku

Aku ada di rumah Zia. Nanti aku langsung berangkat ke kampus bareng Zia.

Mendesah pelan, Prabu yang mendadak kehilangan nafsu makan memilih duduk dipinggiran ranjang sambil mencoba menghubungi nomor Kinan yang sudah tidak aktif.

Tak ada lagi semangat yang membara apalagi senyum merekah layaknya bunga mawar, Prabu yang didera oleh lelah memutuskan untuk memejamkan mata sejenak sebelum berangkat ke kampus.

Namun setibanya disana, ia yang tengah mencari keberadaan istrinya justru mendapati si musuh bebuyutan sedang mencoba merayu Kinan dengan memberikan dua batang coklat.

"Kamu sama Prabu cuma pacaran, belum menikah. Seperti yang orang-orang bilang, sebelum janur kuning melengkung itu artinya kita masih ada kesempatan untuk berjodoh."

Prabu yang mendengar hal itu dari mulut Kieran sontak mendecih pelan. Lalu tanpa pikir panjang ia segera melangkahkan kaki untuk memberi laki-laki itu pelajaran.

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang