14 | Sayang

5.2K 452 51
                                        

PART 14 : Sayang

***

Setelah seminggu lalu aksi Prabu yang mencium Kinan ketahuan oleh Bella, Kinan jadi tidak memiliki muka setiap bertemu dengan adik iparnya itu. Apalagi Bella selalu menggoda mereka saat sedang kumpul keluarga terutama di meja makan. Walaupun ujung-ujungnya dihadiahi sentilan oleh Prabu, namun hal itu tidak membuat adik ipar Kinan gentar dalam menggoda kakak serta iparnya.

Dan selama satu minggu ini, Kinan selalu berangkat ke kampus bersama Prabu dengan pemberhentian yang berbeda. Dia akan meminta diturunkan di tempat yang agak jauh dari kampus untuk menghindari gosip. Baginya lebih baik jalan kaki walaupun capek daripada menjadi bahan ghibah orang-orang.

Walaupun selalu berangkat bersama, tapi sudah seminggu ini Kinan menghindari obrolan bersama Prabu yang telah mencuri dua ciuman darinya. Pertama di kos-kosan, lalu yang kedua di rumah mertuanya. Andai bukan karena paksaan Mama Yasmin, sudah pasti Kinan lebih memilih naik ojek online daripada berangkat bersama Prabu yang selalu membawa motor seperti orang kesetanan.

"Nggak nyangka ya bentar lagi ujian semester kelar," Zia menggandeng lengan Kinan dan Nadin sembari keluar beriringan dari kelas mereka. "Gue udah nggak sabar buat libur panjang. Eh, gimana kalau kita bikin planning pergi liburan bertiga? Sekali-kali yuk kita liburan yang agak jauh gitu."

"Ke Bandung aja yang deket Zi, atau Bogor?" Nadin memberi usul.

"Ish! Jauhan dikit kek, Nad. Pangandaran yuk? Nanti kita nginap dua atau tiga malam disana."

"Gue nggak bisa, Zi, Nad." Sahut Kinan yang diakhiri hela napas.

"Kenapa--eh, gue lupa. Lo balik ke Semarang ya, Kin?"

"Iya, Zi. Sayang kalau nggak mudik, hehehe.."

Padahal Kinan bukan sekadar ingin mudik, tetapi sekaligus untuk melakukan resepsi pernikahan.

Sudah dari dua hari lalu, pernikahan dia dan Prabu resmi sah secara negara dan agama setelah nyaris satu bulan menikah. Sementara untuk acara resepsi sendiri akan digelar di kediaman orang tua Kinan usai keduanya melaksanakan ujian semester.

"Kalau gitu gimana kalau gue sama Nadin ke tempat lo aja, Kin? Kebetulan ada tempat yang pengin gue kunjungi nih, soalnya seliweran mulu di IG."

Mampus.

"Um, gimana kalau semester depan aja Zi? Soalnya gue ada urusan penting, makanya habis ujian kelar niatnya gue mau langsung balik ke Semarang."

"Yahhh, gagal deh kita liburan bertiga."

"Sorry Zi, gue beneran nggak bisa."

"Urusan apa sih Kin nyampe lo buru-buru balik?" Nadin bertanya.

"Oh itu Nad, ada saudara gue yang mau nikahan. Terus gue disuruh buat jadi penyambut tamu."

Ya ampun ..

Kinan tidak menyangka bisa berakting sebagus ini. Andai menyadari kemampuannya sejak awal, mungkin sekarang Kinan sudah membintangi banyak sinetron atau ftv lalu mengalahkan kepopuleran Amanda Manopo dikalangan ibu-ibu.

Duh, Kinan jadi menyesal kenapa tidak terjun ke dunia akting sedari awal merantau ke ibu kota.

"Kalau Kinan nggak ikut, mending kita undur aja liburannya Zi. Nggak asik ah kalau nggak pergi semua."

"Yahhh," Desah Zia lesu.

"Sorry Zi," Kinan menyengir kikuk.

Ketiganya berhenti melangkah saat Maura tiba-tiba menghadang jalan mereka. Tepatnya adalah jalan Kinan. Karena kini mantan pacar Prabu itu berdiri dihadapan Kinan yang saling lirik dengan Nadin dan Zia.

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang