PART 18 : LDR
***
Jika pada hari-hari biasanya PARF akan tampil sebagai band dua minggu sekali di Kedai CHA untuk meramaikan suasana, maka berbeda dengan liburan panjang. Seluruh anggota PARF sepakat untuk manggung dua kali dalam satu minggu selama libur kuliah. Selain mereka, biasanya ada beberapa band lain yang diundang untuk bernyanyi di Kedai CHA.
Adanya live music juga menjadi salah satu alasan mengapa kedai selalu ramai pengunjung.
Jangan salah, masing-masing anggota PARF selalu diberi bonus besar dalam setiap penampilan. Bahkan tak jarang mereka akan diundang ke lain tempat yang sering kali ditolak lantaran kesibukan. Tanpa promo besar-besaran, nama PARF sudah cukup dikenal terutama anak-anak kampus. Prabu dan kawan-kawan yang tidak gila popularitas memilih untuk menjalani apapun yang mereka inginkan tanpa memikirkan tuntutan.
Karena kesepakatan sesama anggota PARF lah yang membuat Prabu mau tidak mau harus secepatnya kembali ke Jakarta.
Sebenarnya sudah dari tiga hari lalu laki-laki itu kembali ke rumah, tapi karena harus mengurus kepindahan ke apartemen, Prabu baru sempat menemui teman-temannya hari ini.
Well, selain perubahan manggung, jam kerja mereka di kedai juga turut berubah. Jika biasanya hanya berjaga dari sore sampai malam, maka di hari libur panjang seperti sekarang ini, mereka akan berada di kedai dari siang hingga tutup. Gaji pun bertambah menyesuaikan jam kerja mereka.
"WOIIIII KUNYUK!!! SINI LO!"
Prabu tergelak puas saat melihat wajah sangar ketiga temannya yang sudah menghadang kedatangannya di depan pintu ruang tongkrongan mereka.
"Sabar Nyet! Gue mau bantu-bantu nganterin pesanan orang dulu."
"NGGAK PERLU! SINI LO!"
"Sabar ah elah, kedai lagi ramai-ramainya nih," dengkus Prabu yang kemudian terkikik geli.
"Ck! Anak-anak udah berangkat semua, jadi lo nggak perlu sok sibuk setelah ngilang hampir tiga minggu." Gantian Athar yang berujar sinis. "Buruan masuk!"
"Nggak asik lo pada." Kekeh Prabu yang kemudian menepuk pundak Arif--salah satu karyawan kedai, sebelum beranjak menyusul ketiga temannya yang sudah masuk ke dalam ruangan pribadi mereka.
"Wuihhhh, muka lo pada kecut banget, kayaknya habis makan mangga muda nih," ia bersiul sebelum kembali tergelak.
"Lo beneran udah kawin Nyet?!" Todong Faiz segera.
Prabu mengibaskan tangan sembari menduduki bean bag yang menghadap ke arah ketiga temannya.
"Baru nikah, kawinnya belum. Selain takut bunting, bini gue juga belum siap lepas gelar anak gadis." Ia tertawa dengan perkataannya sendiri.
"BANGKE!! LO BENERAN NIKAH NYUK?!" Cerca Raka tidak sabaran.
"Yoi, my bro,"
Jawaban Prabu yang kelewat santai membuat tiga teman laki-laki itu menggeram sebal.
"Dan lo nggak ngasih tahu kita-kita? Jadi lo anggap kita bertiga ini apa sih, Prab?"
"Tenang dulu kali Iz,"
"Tenang-tenang pala lo!"
Prabu tertawa renyah.
"Sorry guys, gue sendiri juga kaget tiba-tiba nikah. Gimana mau ngomong ke kalian coba?"
"Kenapa? Lo dijodohin?" Athar menaikan kedua alis.
"Nggak lah, ya kali Mama Yasmin sengaja minta gue nikah muda sementara Kak Ruby aja masih betah nge-jomblo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
Romance--REPOST-- * Ini adalah kisah milik Prabu Dwi Ranjaya dan Kinandari Adya Rumaisya. Dua mahasiswa semester empat yang harus terjebak ke dalam pernikahan di usia mereka yang baru menginjak 20 tahun. Semua berawal dari kesalahpahaman yang membuat kedua...
