Tian Xuningx Ziyu:Magic Pill 💊 (2)

36.1K 713 12
                                        

---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

---

"Ini benar-benar ajaib, perutku seperti hamil sungguhan," gumam Ziyu pada diri sendiri, usapan lembut di perut tak henti-hentinya dia lakukan dan saat menatap cermin, perhatiannya teralih pada bagian dada, dua nipple merah muda itu mengeras, entah benar atau tidak, Ziyu merasa dadanya juga turut membesar.

Satu tangan lari ke nipple kanan, ditekan-tekannya di sekitar area dada dan itu terasa nyeri. Ziyu sedikit meringis lalu dia teringat ucapan Tian Xuning tentang jangan terkejut saat mengalami perubahan-perubahan pada tubuhnya. Akhirnya dia pun mengerti, ini hanya efek pill.

Ziyu merasa lapar lalu berjalan ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan, tapi dia tidak ingin makan nasi ataupun yang lainnya. Pintu kulkas pun dibuka guna meneliti apa yang ingin dimakan lalu matanya tertuju pada buah-buah segar. Ada apel, anggur, dan pisang.

"Apa kau lapar baby?" ucapnya seakan-akan berbicara pada bayi di dalam perut, meski tidak yakin apa yang ada di dalam sana benar-benar bayi atau bukan.

Ziyu membawa semua buah ke dalam kamar, duduk bersila di depan laptop sambil menggigit buah apel. "Ayahmu sedang bekerja, rasanya aku ingin mengirim foto secepatnya." Kemudian dia terkikik geli, "Sial aku benar-benar seperti orang gila menganggap Tian Xuning-ge sebagai suami. Ingat Ziyu, walaupun kehamilan ini tampak realistis, tapi tetap saja ini palsu!"

Setelah memakan banyak buah, Ziyu merasa kenyang, perutnya terasa begah dan lebih tidak nyaman lagi adalah dadanya yang semakin terasa mengeras. Lalu kemudian dia membuka kemeja, memijat-mijat area dada dan niple yang mencuat.

"Emhh ... sial kenapa aku jadi horny begini?" Ziyu menggigit bibirnya, memang semenjak dia menelan pill ajaib itu, tubuhnya secara perlahan menjadi terangsang dan sekarang perasaan itu semakin bertambah kuat.

Lalu dia memiliki ide jahil lagi. Ziyu mengambil ponsel dan mengambil foto dirinya yang sedang mempermainkan puting lalu mengirimnya pada Tian Xuning.

"Apa ini juga efek obat? tubuhku terasa panas, aku horny." Ziyu mengetik kalimat di ponsel tidak tahu malu dan dengan cepat mengirimnya.

Pesan belum dibaca. Ziyu sedikit kesal lalu membuka sebagian kemejanya, meremas kuat dadanya hingga dia merasakan sesuatu keluar dari putingnya. Dia menatap lama. "A ... apa ini?" tanya Ziyu heran.

Jari lentik menekan kuat puting pink kecoklatan itu lagi dan bibir tipisnya mendesis menahan nyeri. Lalu matanya terbelalak, ada cairan keruh keluar dari ujung niple, ini mirip seperti susu tapi warnanya lebih bening. "Astagaa! apa ini air susu, apa aku akan menyusui juga?" Ziyu mulai cemas. Jika ini simulasi kehamilan, apa harus tubuhnya berubah sebanyak ini?

Lalu sebuah pesan masuk dan itu dari Tian Xuning. "Nakal sekali, aku buru-buru menyelesaikan rapat karena fotomu."

Di tengah rasa gugup, Ziyu membalas pesan. "Tuan, apa bisa kita bicara, ada yang ingin kutanyakan?"

"Tentu saja, aku sudah selesai." balas Tian Xuning.

Mereka pun kini sudah berada di depan laptop masing-masing dengan Ziyu yang begitu berantakan. Kemejanya tergelincir dari bahu, sebelah dadanya terekspos dengan puting merah muda, terlihat lembab karena dia sengaja ingin memperlihatkan puting yang mengeluarkan cairan, bahkan bekas air susu yang menetes tidak diseka dengan benar.

Sedangkan Tian Xuning masih mempertahankan penampilan misteriusnya, masker hitam dan topi tidak pernah lepas dari wajahnya.

"Oh shit! kamu sangat seksi," ucap Tian Xuning saat menatap Ziyu di layar laptopnya. Dia terbiasa dengan fantasinya pada tubuh Ziyu, maka ketika melihat tampilan nakal pemuda berperut buncit itu, seketika selangkangannya terasa sesak. "Bagaimana dengan perutmu? aku ingin melihatnya."

Ziyu sedikit mundur dari layar laptop lalu berdiri, mengangkat kemeja sebatas dada. Di sana terlihat perut buncit Ziyu yang semakin membesar, tangan Ziyu turun naik mengusap lembut perutnya. "Rasanya baru setengah jam berlalu, perutku sudah seperti hamil enam bulan, jika secepat ini, apa aku akan melahirkan hari ini?" Ziyu berdiri sembari berpose ke kiri dan ke kanan, memamerkan tonjolan perut ke arah kamera laptop.

"Itu mungkin saja terjadi," sahut Tian Xuning yang kini mulai tidak fokus karena tangannya sudah masuk ke dalam celana, membelai penisnya yang mengeras.

"Ah ... Shhh ... tuan, perutku bergerak." Ziyu terkejut, lalu dia duduk di atas ranjang dengan kaki menjuntai. Dia menyentuh perutnya, menggigit bibirnya karena sentuhan kini menjalar hingga ke puting miliknya. Itu sengaja dia lakukan untuk menggoda pelanggan kaya ini.

"Apa kau merasa horny? Kau bisa melakukan apapun pada tubuhmu sekarang, seperti biasa yang kau tunjukkan padaku," perintah Tian Xuning.

Ziyu pun setuju, karena sekarang dia merasa terangsang hebat. "Emhh ... seandainya tuan ada di sini. Aku ingin tuan menggigit nippleku shh ... ini nyeri tuan." rengek Ziyu, penuh desah menggoda. "Seharusnya ada seseorang yang menghisap ini, akhh!" wajah Ziyu meringis saat jari-jarinya menekan kuat puting kemerahan dan dari sana mengalir cairan susu.

Ziyu menjilati sisa susu yang menempel di ujung jari. "Tuan, apa kau ingin merasakannya?"

"Bagaimana rasanya?" tanya Tian Xuning.

"Ini tidak terlalu enak, rasanya hambar, tapi akan lebih nikmat jika anda yang menghisap ini dariku."

Tian Xuning meneguk ludah kasar, libidonya semakin terangsang. "Turunkan celana dalam, lalu buka pahamu." Bak seorang maniak seks, mata Tian Xuning memancarkan gairah, napasnya pun mulai berat, tubuhnya bersandar pada kursi dengan tangan mengurut pelan penisnya yang mengeras.

Ziyu melepas celana dalam, sedikit susah menunduk karena perutnya yang membengkak. Lalu membuka semua kancing kemeja, tangannya bermain menggerayangi seluruh tubuhnya. Perut hamilnya membulat dan mengencang, wajah kekanak-kanakan Ziyu sedikit meringis karena gerakan bayi di dalam perut, benar-benar terlihat seksi di mata Tian Xuning.

"Oh god baby, kamu sangat cantik." Puji Tian Xuning.

Ziyu menaikkan kakinya ke atas ranjang, dia duduk setengah berbaring, membuka lebar paha mulusnya, mempertontonkan hole merah muda berkedut dan penisnya berukuran sedang, tidak terlalu besar sewajarnya orang Asia. Ziyu merasakan sesuatu keluar dari liangnya, dia menggapainya sedikit bingung. "Ah tuan ini ... Ini apa lagi?"

"Masukkan jari-jarimu ke sana, tidak apa, itu hanya cairan pelumas alami sama seperti saat vagina wanita terangsang." jelas Tian Xuning dengan suaranya yang berat.

Ziyu memasukkan satu jari ke lubang lembabnya. Rasanya tidak terlalu sakit dan kering, tapi tetap saja hole yang diregangkan terasa nyeri. Karena terlalu terangsang, Ziyu tidak memikirkan perubahan tubuhnya lagi.

Dia mendesah, tubuhnya menggelinjang di atas ranjang. Tiga jari sudah masuk dan bermain keluar masuk ke dalam lubang basah. Sejujurnya dia tidak puas hanya dengan jari saja-dia ingin penis Tian Xuning memasuki holenya yang gatal. Tapi apa daya, dia hanya bisa memainkan tubuhnya sendiri dan sesekali memberi rangsangan pada orang yang di dalam monitor.

Tian Xuning juga bermain di area selangkangannya. Tangannya bergerak cepat turun naik seakan-akan penis dimanjakan oleh lubang Ziyu yang ada di dalam layar. "Ziyu, ahh ... kau sungguh luar biasa, aku menyukaimu. Aku ingin menghujam penisku ke dalam lubangmu!"

Perut buncit Ziyu terlihat licin karena keringat, bergerak naik turun seiring napasnya yang ngos-ngosan. Tangan Ziyu pindah ke batang miliknya, mengocok gusar.

Desahan keduanya saling bersahutan mengisi ruang apartemen Ziyu. "Ahh tuan aku ingin keluar, ahh emmhh aahh!" Seluruh tubuh Ziyu bergetar, jari-jarinya kakinya menekuk saat mendapatkan pelepasannya. Cairan kental membasahi tangannya.

***
Tbc

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang