Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat Tahun Baru 2026, para pembaca tercinta! 🎉✨
Terima kasih sudah setia bertahan di dunia cerita-cerita Rui, di antara drama, air mata, cinta, luka batin, dan keputusan hidup yang sering lebih ribet dari benang kusut.
Semoga tahun baru ini hidup kalian lebih damai, dompet lebih tebal, tidur lebih nyenyak, dan semoga tokoh favorit kalian jarang tersakiti (walau jujur saja... Rui hobby banget siksa karakternya) Mari masuk ke tahun yang baru dengan hati lebih berani, tawa lebih sering, dan harapan yang nggak gampang mati. Happy New Year! Jangan lupa bahagia, meski dunia kadang ngeselin
Peringatan adegan kekerasan brutal. Mpreg Xing Qiu special tahun baru.🌚
***
Note: bdsm, mpreg yang gak tahan mending skip, mengandung adegan kekerasan seperti ff ku sebelum2nya. Selamat membaca. Oh iya The zombies AGC-03 ada book nya sendiri ya jadi yg di sini gak dilanjut.
***
Beberapa orang berlalu lalang menatap aneh di hadapan seorang pemuda berumur sekitar dua puluh dua tahun, itu tidak membuat si pemuda menghentikan lamunannya.
Ia terduduk kepayahan di sisi sebuah bangunan di sudut gelap jalanan kota Shanghai. Pakaian yang melekat di tubuhnya bahkan tidak bisa disebut pakaian utuh. Ia hanya mengenakan setelan jas panjang berwarna abu-abu hingga menutupi lututnya, tanpa celana bahkan di balik jas itu tak ada kain yang menutupi lagi. Wajah pemuda itu tirus penuh debu, rambut acak-acakan dan ada sedikit luka di bibir bawahnya.
Untuk beberapa menit ia habiskan untuk mengatur napasnya yang ngos-ngosan, sesekali napasnya seakan terhenti saat sesuatu di dalam perutnya bergejolak. Satu tangan meremas bagian perut yang membesar namun tertutupi oleh jas kebesaran miliknya.
Ingin rasanya ia kembali berlari namun tidak bisa, tungkai kakinya terasa tak kuat menahan bobot tubuhnya. Langit sudah menggelap, butiran gerimis menetes menutupi sepanjang jalan. Tatapan si pemuda tertuju pada layar besar yang terpasang di seberang jalan, di sana terlihat gambar percikan kembang api meriahnya pesta tahun baru.
Mata sayu pemuda itu menatap tanggal yang tertera di layar monitor seberang jalan. "27 Desember 2025, sudah berapa lama aku terkurung di neraka itu?" gumam si pemuda itu pelan. Puluhan orang telah mengeratkan jaket pada tubuh masing-masing, bahkan sebagian lainnya bergandengan untuk sekadar saling menghangatkan diri.
Seorang wanita melewati si pemuda menghela napas bosan, ia berjalan berlalu begitu saja, mungkin wanita itu menganggap bahwa si pemuda hanyalah seorang pengemis jalanan menjijikkan. Kipuka, nama pemuda malang itu. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan takut.
Dalam diam ia merutuki kebodohannya sendiri yang membuat ia terjebak dalam neraka dunia, dibuat oleh laki-laki yang selama ini dikenalnya. Hal sangat tidak terduga mengacaukan kehidupannya. Kipuka masih tidak percaya dengan laki-laki yang sering bercanda ria dan selalu menebar senyum padanya kini mengurungnya di dalam sebuah ruangan pengap.