Xuning x Ziyu: Love's Refuge ( 5)

2.7K 141 1
                                        

Ziyu POV

**********

Ziyu membuka matanya perlahan, menatap plafon kamar yang familiar. Pagi ini dia merasa ingin memasak sarapan untuk Xuning, seperti kebiasaan yang sering dilakukannya. Tapi saat dia duduk di tempat tidur, pandangannya melayang ke sekitar kamar yang tampak berbeda. Ingatan membanjiri pikiran, dan dia menyadari bahwa dia sudah tidak tinggal di rumah Xuning lagi. “Benar juga aku sudah tidak tinggal bersama dia lagi… “ Ziyu menunduk sedih.

Ziyu tidak bisa berlama-lama meringkuk dengan kesedihan, hari ini dia harus mencari pekerjaan tapi sebelum itu Ziyu harus mencari sarapan. Akhir-akhir ini nafsu makan Ziyu bertambah.

Setelah selesai dengan ritual paginya , Ziyu siap pergi keluar untuk mencari pekerjaan walaupun cuaca diluar sangat dingin.

Hari itu terasa begitu panjang, dengan cuaca dingin yang menusuk tulang. Ziyu telah mencari pekerjaan sebagai cleaning service di berbagai toko dan perusahaan, namun hasilnya masih nihil. Setelah berjalan kaki berjam-jam, kaki Ziyu terasa berat dan lelah, badannya menggigil karena kedinginan. Setiap langkah yang diambil terasa seperti beban, dan harapan yang semula membara kini mulai memudar. Dengan napas yang berat, Ziyu memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Dengan gerakan lembut, Ziyu memijat pinggangnya yang pegal, mencoba meredakan ketegangan otot. Tangan lainnya mengelus perutnya yang membulat di balik jaket tebal, memberikan rasa nyaman dan kehangatan. Gerakan ini seperti ritual kecil yang memberinya sedikit kelegaan, mengingatkannya akan kehidupan kecil yang tumbuh di dalam dirinya. Dalam kelelahan mencari pekerjaan, sentuhan lembut ini memberinya semangat untuk terus maju.

Dengan pandangan yang teguh, Ziyu bangkit dari tempat duduknya di taman, matanya  tertuju pada toko di seberang jalan. Dia menarik napas dalam-dalam, memberikan semangat pada dirinya sendiri. "Baiklah, ayo coba lagi, Ziyu," katanya dengan tekad yang baru. Langkahnya menjadi lebih mantap saat dia menyeberangi jalan. 

Ziyu masuk ke toko pakaian yang lumayan ramai pembeli dan langsung disambut senyum ramah pegawai toko, dia laki-laki mungkin seusia dengan Ziyu. 

Setelah mengetahui maksud kedatangan Ziyu, pegawai toko yang diketahui Ziyu bernama Liu Xuancheng, membawa Ziyu ke ruangan pemilik toko.

Liu Xuancheng, dengan senyum ramah, mengarahkan Ziyu menuju ruangan pemilik toko. "Tunggu sebentar, aku akan memberitahu pemilik toko," katanya sambil mengetuk pintu ruangan. Setelah mendapatkan izin, Liu mempersilakan Ziyu masuk, dan dengan gerakan tangan, dia menunjukkan Ziyu untuk mengikuti dia. "Silakan masuk, pemilik toko akan menemui kamu sebentar lagi," ujarnya dengan sopan sebelum meninggalkan ruangan.

Setelah melewati sesi wawancara singkat pemilik toko seorang wanita usia 40 an ini mau menerima Ziyu Untuk bekerja di toko nya kebetulan toko ini memerlukan pegawai tambahan lagi , dia tersenyum ramah dan menjabat tangan Ziyu. “Besok kau mulai bekerja ingat jangan terlambat, okey.” 

Ziyu tersenyum senang.”Iya , terimakasih telah menerima saya. Saya berjanji akan bekerja dengan giat.”

***

Hari-hari Ziyu diisi dengan kegiatan yang sibuk di toko pakaian. Meskipun terkadang merasa lelah melayani pelanggan yang beragam, Ziyu selalu berusaha untuk tetap tersenyum dan memberikan pelayanan terbaik. Senyumnya yang hangat dan ramah menjadi ciri khasnya, membuat pelanggan merasa nyaman dan puas dengan pelayanan yang diberikan. Dengan setiap interaksi, Ziyu membuktikan dirinya sebagai pegawai yang profesional dan berdedikasi.

Dalam dua minggu bekerja di toko pakaian, Ziyu menjadi sosok yang cukup populer di kalangan pelanggan. Wajah tampan dan senyum manisnya menarik perhatian banyak orang, tidak sedikit dari mereka yang meminta untuk berfoto bersama. Ziyu merespons dengan ramah dan profesional, selalu siap untuk mengabadikan momen bersama pelanggan yang mengajaknya berfoto. Popularitas ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan dirinya, tetapi juga membantu meningkatkan citra positif toko di mata pelanggan.

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang