Xing-Qiu: Jendral Tahanan Kaisar (1)

4.3K 239 37
                                        

Peringatan :  adegan seksual melahirkan.

Aku suka menyiksa bottom cantik 😈
Yang tidak suka boleh skip aja ya.

Aku suka menyiksa bottom cantik 😈Yang tidak suka boleh skip aja ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sejak awal, Hua Yong bukan hanya Kaisar biasa. Ia dikenal sebagai penguasa yang haus ilmu terlarang dan bergaul dengan tabib serta alkemis yang berani menentang hukum alam. Di bawah istana, tersembunyi ruang eksperimen, tempat ramuan darah, racun, dan obat aneh diuji pada tahanan perang.

Ketika Qiu—sang jenderal hebat yang pernah jadi musuh bebuyutannya—ditangkap hidup-hidup, Hua Yong melihat kesempatan emas. Ia tidak ingin sekadar mengeksekusi Qiu di hadapan rakyat; itu terlalu cepat, terlalu sederhana. Ia ingin menghancurkan kebanggaan Qiu perlahan-lahan, sampai sisa-sisa kejantanannya pun terkubur.

Dengan bantuan tabib kerajaan, Kaisar memaksa tubuh Qiu menelan ramuan pahit dan disuntik cairan yang panas seperti api. Ramuan itu adalah hasil eksperimen bertahun-tahun: memaksa tubuh seorang laki-laki menjadi wadah kehidupan.

Hari-hari di penjara menjadi saksi penderitaan Qiu. Tubuhnya berubah perlahan: perutnya terasa berat, dadanya nyeri, kulitnya lebih peka. Awalnya ia menyangkal, menuduh itu racun. Tapi ketika waktu berjalan, tanda-tanda semakin jelas—hingga akhirnya ia sadar dirinya benar-benar hamil.

Bagi Hua Yong, ini bukan sekadar eksperimen, tapi pernyataan kuasa:
“Bahkan jenderal paling gagah pun akan kuubah menjadi ibu dari keturunanku. Tidak ada kehormatan yang bisa kau pertahankan di hadapanku.”

***

Di dalam sel lembap yang berbau besi karat dan darah kering, Qiu masih berdiri tegak, tubuhnya berlumuran luka perang. Ia menatap geram ke arah jeruji, matanya penuh api meski tubuhnya sudah nyaris roboh.

Derap langkah berat terdengar. Obor-obor menyala, bayangan panjang menari di dinding. Lalu muncullah Hua Yong, Kaisar muda dengan jubah hitam berhias emas. Senyum tipis menghiasi bibirnya—bukan senyum ramah, tapi senyum predator yang melihat mangsanya sudah tak bisa lari.

“Jenderal Qiu,” suara Hua Yong berat, penuh ejekan. “Kau seharusnya mati dengan gagah di medan perang. Tapi aku lebih suka begini. Terluka, terikat, dan… bisa kucoba-coba.”

Qiu mendengus, meludah ke tanah. “Bunuh aku kalau kau berani. Jangan buang waktuku dengan hinaan.”

Hua Yong tertawa kecil. Ia melambaikan tangan, dan dua tabib istana masuk membawa kotak kayu besar. Kotak itu dibuka—di dalamnya penuh botol kaca berisi cairan aneh, sebagian hitam pekat, sebagian merah darah, sebagian hijau berbau tajam.

Qiu mengernyit. “Apa itu?”

“Ilmu pengetahuan, Jenderal,” jawab Hua Yong sambil mendekat. Ia meraih sebotol cairan bening dengan kilau keperakan. “Ramuan ini sudah lama kucoba pada budak, tahanan, bahkan hewan. Tapi kau… akan menjadi yang pertama di antara bangsawan sekaligus prajurit gagah.”

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang