Xuning x Ziyu: Love's Refuge (7)

5.4K 152 25
                                        

****

Buggh!

Suara benda keras yang dipukul terdengar menghantam ke arah Done dan seketika Done ambruk di depan Ziyu, darah segar mengalir di kepala si pria brengsek. 

“BAJINGAN MATI SAJA KAU!” teriak suara yang dikenal Ziyu.

Buggh bugh… 

Orang itu masih memukuli Done yang terkapar di tanah berulang kali. Lalu setelahnya dia membuang balok kayu yang dia gunakan untuk menghantam kepala Done. 

Dia pun berbalik menatap Ziyu yang kini terduduk di tanah. “Ziyu!”

Ziyu mencengkram perutnya kesakitan, matanya setengah terbuka memandangi orang yang telah menolongnya. “Tuan Xuning..." Ziyu berucap terputus-putus , “Bayiku…. Selamatkan bayiku…” Ziyu pingsan di pelukan Xuning.

Xuning mengangkat Ziyu, bergegas berjalan ke mobilnya. “Ziyu bertahan lah …” ujarnya.

***

Tian Xuning membawa Ziyu ke rumah sakit dengan cepat, tapi dia terlihat gugup dan khawatir. Sebagai dokter, dia tahu bahwa setiap detik sangat berharga dalam situasi darurat seperti ini. Dia terus memantau kondisi Ziyu sambil mengemudi, berharap bahwa mereka bisa tiba di rumah sakit sebelum terlambat.

Ketika mereka tiba di rumah sakit, Xuning langsung membawa Ziyu ke ruang gawat darurat. Dia memberikan instruksi kepada perawat dan dokter lain agar mempersiapkan Ziyu untuk perawatan darurat.

"Apa yang terjadi padanya?" tanya seorang dokter kepada Xuning. Xuning menjelaskan situasi yang terjadi dan memberikan informasi tentang kondisi Ziyu. Dokter lain segera memeriksa Ziyu dan memberikan diagnosis.

Saat Ziyu terbangun dari pingsanya, dia masih merasakan sakit yang hebat dan mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. Xuning yang berada di sampingnya langsung memegang tangan Ziyu. "Ziyu, jangan bergerak. Kamu masih dalam perawatan," kata Xuning dengan suara yang tenang.

Ziyu memandang Xuning dengan mata yang masih berkabut, tapi dia bisa merasakan kehangatan dan kepedulian dari Xuning. "Tuan Xuning..." kata Ziyu dengan suara yang lemah. Xuning memegang tangan Ziyu lebih erat. "Aku di sini, Ziyu. Aku tidak akan meninggalkanmu."

Ziyu merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran Xuning, tapi dia masih merasakan sakit yang luar biasa seakan benda berat di taruh di atas perutnya membuatnya sesak, selang oksigen terpasang di hidungnya. “Sakit … “ lirihnya. 

Xuning memberikan instruksi kepada perawat untuk memberikan obat penghilang rasa sakit. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk membuatmu merasa lebih baik." ucap Xuning sambil menggenggam erat tangan Ziyu yang kini sedingin es.

Setelah beberapa saat Ziyu kembali tenang.

Seorang dokter spesialis kandungan datang dan segera memeriksa Ziyu dengan seksama, mengecek kondisi Ziyu secara langsung. Awalnya, dia terlihat terkejut ketika melihat kondisi Ziyu, tapi dia tetap profesional dan tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan.

"Baik, saya akan melakukan beberapa pemeriksaan lagi untuk memastikan kondisi pasien dan bayinnya," kata dokter  kandungan itu dengan suara yang tenang. Xuning memperhatikan dokter itu dengan seksama, menunggu hasil pemeriksaan.

Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dokter spesialis kandungan itu memberikan laporan kepada Xuning tentang kondisi Ziyu. "Kondisi Ziyu sudah stabil, tapi bayi dalam kandungan perlu dipantau lebih lanjut," kata dokter itu. Xuning mengangguk, memahami situasi tersebut.

Ziyu sudah dipindahkan ke ruangan setelah melewati serangkaian pemeriksaan, kini dia tertidur lelap dengan Xuning yang menunggunya di samping tempat tidur.

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang