2. Butterfly in The Dark

677 43 6
                                        

Butterfly In The Dark

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Butterfly In The Dark

***

Chapter 2

Sepasang mata tajam itu menampakkan kepuasan saat menatap rumah bak istana megah yang menjulang di hadapannya. Langkah kakinya terus melaju, menapaki lantai berkilau dengan rasa ingin tahu.

"Kau mau ke mana?" suara Xing terdengar menahan. "Kau tidak bisa seenaknya berkeliaran di istana peri. Kau tahu, Kakakku itu lumayan menyeramkan."

"Aku hanya bosan di kamar," jawab Qiu ringan, matanya masih menyapu keindahan di sekelilingnya. "Lagipula besok aku akan pergi, biarkan aku menikmati keindahan duniamu, setidaknya untuk sekali ini."

Xing menghela napas kecil, lalu mengangguk. "Baiklah, akan kutemani."

Istana peri kupu-kupu terbentang seperti mimpi yang dipahat dari cahaya. Dindingnya berhiaskan sepuhan emas, memantulkan sinar lembut hingga bangunan itu tampak anggun di tengah hamparan taman bunga yang luas. Aneka bunga eksotis bermekaran, pepohonan rindang berdiri seperti penjaga setia, dan di antara semuanya terhampar kolam jernih berisi puluhan ikan koi berwarna cerah yang berenang perlahan, seolah menari mengikuti bisik angin.

Sebuah gazebo kecil berdiri anggun di tengah kolam ikan. Pemandangan yang tak lazim terbentang di sekelilingnya, puluhan kupu-kupu berwarna perak berterbangan rendah di atas permukaan air, sayap mereka berkilau, memantulkan sinar bulan purnama hingga kolam tampak seperti hamparan bintang yang jatuh ke bumi.

"A-Xing, terima kasih," ucap Qiu pelan, suaranya nyaris larut bersama desir angin malam.

"Hm…" Xing hanya mengangguk kecil, matanya tetap menatap kilau perak di atas air.

"Terima kasih karena sudah menyelamatkan nyawaku," lanjut Qiu, lalu mengalihkan pandangannya dari kolam kepada sosok di sampingnya. "Ngomong-ngomong, berapa lama aku tak sadarkan diri?"

  "Tiga hari…"

"Ohh…"

"Tapi perlu kau tahu," lanjut Xing pelan, nada suaranya mengalir seperti bisik angin di atas air, "satu hari di dunia peri sama dengan satu bulan di dunia manusia. Jadi jika kau berada di sini selama tiga hari, itu berarti tiga bulan kau menghilang dari duniamu."

"Ohh… hah, apa? Tiga bulan?" Qiu awalnya hanya memandangi Xing berbicara, belum sepenuhnya mencerna setiap kata yang meluncur dari bibir pemuda kupu-kupu itu. Beberapa detik kemudian, makna kalimat itu menghantam pikirannya. Matanya melebar, napasnya tersendat. Rasa terkejut yang datang terlambat, namun menghentak tanpa ampun.

***

Malam berlalu tanpa suara, seperti lembaran waktu yang dibalik perlahan oleh angin. Cahaya bulan memudar, digantikan semburat fajar yang menyingkap hamparan dunia peri dalam warna-warna lembut.

Kini Xing telah menjejakkan kaki di bukit bunga Mugunghwa, kelopak-kelopak merah muda berayun pelan di sekelilingnya, seolah ikut mengantarkan langkahnya menuju batas dunia. Awalnya Xing dilarang oleh kakaknya untuk mengantar Qiu ke dunia manusia. Tugas membuka portal, bisa saja diserahkan pada para penjaga istana peri.

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang