Ocean x Li peien: A Regret (5 )

2K 91 4
                                        

Saat ini...

Peien masih termenung di sisi jendela kamarnya menatap hujan. Beberapa hari ini ruangan itu mendadak gelap, tak ada lampu yang dinyalakan.
Peien menatap kosong hujan yang turun. Hanya hujan yang menjadi saksi kepergian Ocean, suami tercintanya.

Lirih nama Ocean selalu keluar dari bibir Peien yang semakin hari semakin pucat. Berharap semua mimpi dan saat ia bangun maka Ocean ada di sampingnya.

Namun berkali-kali Peien mencoba tidur, hanya bayangan Ocean terbujur kaku dengan noda darah sedikit mengering yang terlihat dan itu membuat Peien takut untuk memejamkan mata.

Tak ingin menerima kenyataan bahwa Ocean telah pergi menjadikan hidup Peien kacau.

Terngiang jelas makian ibu Ocean saat pemakaman, apa yang ibu Ocean katakan semua adalah benar.

Aku membawa sial untuk Ocean,

Aku tak pantas untuk Ocean,

Aku tak bisa memberikan kebahagiaan untuk Ocean,

Aku adalah penyebab kematian suamiku sendiri.

Jika saja Ocean tak bertemu denganku semua akan berbeda..

Jika saja Ocean tak memilih dan menikah denganku pasti ia masih hidup..

Jika saja hari itu mereka tak bertengkar pasti saat ini Ocean masih tersenyum kepadanya.

Seandainya saja waktu dapat diulang...

Seandainya...

Juga terngiang ucapan Navvy saat ia bertemu, sayangnya ia bertemu di pemakaman Ocean. Navvy menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi,. Bahwa memang tidak ada apa-apa antara mereka. Murni hanya berteman.

Navvy telah menemukan jodohnya, pria yang dicintainya, dan itu bukan Ocean, seharusnya semua berbeda jika saja Peien sedikit menahan diri dan mendengarkan Ocean, entah sudah berapa kali Ocean berusaha meyakinkan Peien tapi Peien tak bergeming.

Saat ini Peien menyadari semua ucapan Ocean adalah benar adanya. Saat Ocean mengatakan cinta kepadanya itu adalah benar.

Saat Ocean mengatakan hanya ada Peien di hatinya, itu juga benar.

Bahkan saat Ocean mengatakan akan mencintai Peien sampai maut memisahkan, itu juga benar...

Karena faktanya, Ocean pergi meninggalkan Peien bersama kesetiaan dan cintanya.

Penyesalan tak dapat merubah apa pun. Semua terjadi. Dan lagi-lagi ibu Ocean menyalahkan Peien atas apa yang terjadi.

Peien tak membantah, karena kali ini ucapan ibu Ocean memang benar. Semua karena dirinya.

Peien bangkit dari duduknya dan mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar. Menatap foto juga benda-benda milik Ocean sebagai bukti bahwa Ocean pernah ada di hidupnya.

Hingga matanya tertuju pada kumpulan video di atas tumpukan album foto di rak paling bawah lemari. Peien berjalan gontai, perut besarnya terasa semakin berat,  terkadang ada rasa sakit yang samar namun Peien tidak menghiraukan rasa sakit itu.

Dia berdiri di depan lemari dan meraih sebuah video lalu menyetelnya. Ia duduk tak jauh dari layar televisi yang mulai menayangkan isinya. Yang ternyata adalah video PreWed-nya dengan Ocean.

Tampak bahagia, sangat bahagia.

Beberapa menit kemudian video berganti, saat mereka makan malam merayakan selesainya pemotretan prewedding.

Makan malam sederhana, dengan rekaman suara Ocean yang sedang merayunya untuk minta dibuatkan makan malam sup udang yang saat itu tentu saja gagal Peien buatkan karena rasanya yang asin.
Dari kejadian itu membuat Peien ingin belajar masak.

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang