Alpha simpanan 2

6.7K 176 9
                                        

Neo pov
========

Seperti biasa keesokan harinya Rui akan bersikap biasa saja terhadapku padahal tadi malam kami melakukan malam panas yang hebat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seperti biasa keesokan harinya Rui akan bersikap biasa saja terhadapku padahal tadi malam kami melakukan malam panas yang hebat. Aku menyukai wajahnya saat meringis sakit, saat meminta lebih atau saat dia mendesahkan namaku ketika kami bercinta Aku memuja apa yang ada didalam dirinya hingga rela menjadi apa saja yang dia inginkan. Mungkin Rui menganggap diriku hanyalah partner sexnya tapi tidak denganku aku mencintainya walaupun dia hanya menjadikanku pria cadangan di antara pacar-pacar wanita miliknya yang selalu berganti-ganti setiap sebulan atau seminggu sekali.

Aku sudah terbiasa berpapasan dengan Rui yang sedang bergandeng mesra dengan wanitanya. Seperti sekarang aku mendapati Rui sedang berciuman di dalam lift. Gadis itu adalah Chen Xiao pekerja yang baru masuk di divisi kami. Aku masuk ke dalam lift mencoba bersikap biasa saja. Si gadis terlihat gugup dengan tampilan berantakan, rambut sedikit acak-acakan bisa dibayangkan betapa ganasnya pergulatan bibir mereka tadi.

Sedangkan Rui wajahnya sangat tenang seperti tidak pernah terjadi apa-apa sesekali membenarkan letak kacamata di hidung mancungnya.

Akhir-akhir ini entah kenapa aku merasa marah, beberapa minggu ini emosiku tidak stabil dan juga perutku tidak nyaman bahkan sering muntah di pagi hari. Bahkan kini aku sangat marah, ingin sekali merenggut Rui dari tangan gadis itu apa toleransiku pada hubungan Rui dengan wanita lain sudah mulai menurun. Menjadi Alpha simpanan awalnya menyenangkan tapi lama-lama aku merasa ada sesuatu di hatiku yang tidak ingin diabaikan oleh Rui.

Apakah status sebagai Alpha simpanan ini mulai tidak cocok denganku?

Saat pintu lift terbuka aku terus berjalan keluar tanpa menyapanya, Rui terlihat melirik ke arahku namun tidak melakukan apapun.

Kesal itulah yang kurasakan. Tiba-tiba perutku terasa bergejolak, "Hoekk…" Ku tutup mulut dengan kedua tanganku. Jalan di depanku berubah jadi banyak, tubuhku terasa ringan dan akhirnya …  gelap.

Fyi: (jangan kalian berpikir Neo yang hamil ya, karena Dom Neo , Sub Rui. Okeh)

Kepalaku sangat berat, kubuka kedua mataku dan yang kulihat pertama kali adalah Rui. Tatapan khawatir terarah padaku. Aku kini terbaring di ruang rumah sakit."Ughh" Perutku mual lagi.

"Bagaimana keadaanmu? Dimana yang sakit?" tanya Rui terdengar khawatir, tangannya menggenggam tanganku erat.

Kutepis tangannya."Tidak usah bersikap  perhatian padaku. Urus saja pacar-pacar wanitamu!"

"Neo, bukankah kita sudah membicarakan ini? kau tidak bisa melarangku berkencan dengan siapa pun!" Suara Rui tegas, tersalur nada emosi pada kalimatnya.

Aku tak menjawab lalu memalingkan wajahku ke samping. Aku merasa hubungan ini hanyalah sebatas kekecewaan yang dibungkus nafsu dan tawa basa- basi dengan sangat rapi. Hanya aku yang berharap ini cinta.

“Memang dari awal hubungan kita hanya kesalahan. Kau tahu aku tidak bisa dikekang.” Suara Rui terdengar serak.

"Ya! ini kesalahan dan yang lebih kejam lagi ini kesalahanku yang memilih mempercayaimu, bahwa suatu saat kau akan berubah!" Aku sudah tidak tahan lagi untuk tidak berkata tegas padanya.

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang