Xuning Ziyu: Love's Refuge

6.4K 185 5
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Senja kali ini membawa gerimis yang lembut. Langit yang abu-abu menjadi latar belakang yang sempurna untuk keindahan. Namun, seiring waktu, gerimis berubah menjadi hujan lebat yang deras, menghantam tanah dengan keras.

Di jalan, lampu-lampu sudah menyala, memberikan cahaya yang hangat dan nyaman di tengah hujan yang dingin. Bayangan lampu yang terpantul di genangan air menciptakan efek yang mempesona. Suara hujan yang terus-menerus dan gemuruh petir di kejauhan menambah kesan dramatis pada suasana. Hujan lebat yang terus-menerus membuat jalan menjadi semakin sepi, namun lampu-lampu yang menyala memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka yang harus berada di luar. Suasana senja yang berubah menjadi malam hujan ini memiliki keindahan yang mempesona.

Tian Xuning, pemuda tampan berusia 30-an, menyetir mobilnya dengan percaya diri. Matanya yang tajam dan wajahnya yang tampan membuat dia terlihat sangat menarik. Rambutnya yang hitam dan rapi menambah kesan profesionalnya sebagai seorang dokter.

Saat menyetir, Tian Xuning ditemani musik jazz mengalun merdu di dalam mobil. Kepalanya mengangguk ringan mengiringi irama lagu. Dia adalah adalah seorang Dokter umum sekaligus pemilik rumah sakit di kota A. Memiliki paras menawan dan lekuk tubuh atletis seperti model, Xuning di usia yang menginjak kepala tiga masih betah melajang karena memang dia tidak menyukai wanita.

Mobilnya sang dokter melaju dengan lancar di jalan yang sepi. Tian Xuning merasa santai setelah seharian bekerja di rumah sakit. Dia menikmati perjalanan sore ini, menikmati pemandangan kota yang mulai gelap. Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena hari ini akhir pekan jalanan di kota A sempat mengalami kemacetan alhasil Xuning pulang sedikit terlambat. Kaca depan mobilnya sedikit berkabut, namun wiper yang bergerak secara ritmis membersihkan kaca dengan baik. Lampu mobilnya menerangi jalan yang basah dan sedikit licin.

Hujan yang terus-menerus membuat Tian Xuning harus fokus pada jalan, namun dia tidak merasa terganggu. Sebagai seorang dokter, dia terbiasa dengan situasi yang memerlukan konsentrasi tinggi. Namun kemudian fokus Xuning teralihkan pada sosok remaja yang masih mengenakan seragam SMA, berjalan menunduk di sisi trotoar, dia terlihat basah kuyup dan menggigil kedinginan. Setelah melewati remaja itu, pandangan Xuning tak beralih dari kaca spion, bahkan dia memperlambat laju mobilnya.

"Ada apa dengan anak ini? Apa dia sedang patah hati?" Gumam Xuning pelan.

Dahi Xuning mengerut ketika melihat bayangan di kaca spion, si remaja malah berjongkok di tengah hujan, bahunya gemetar seperti menangis Xuning reflek menghentikan mobil lalu tak lupa mengambil payung di kursi jok belakang mobilnya.

***

Ziyu berjongkok di tengah hujan, wajahnya disembunyikan di balik lipatan tangan. seolah-olah ingin menyembunyikan kesedihan yang mendalam. Air hujan yang deras menghantam tubuhnya, membasahi setiap helai rambut dan pakaian yang melekat di kulitnya, namun dia tidak peduli. Dia menangis sejadi-jadinya, suara tangis disamarkan oleh derai hujan yang terus-menerus, seperti simfoni kesedihan yang menghantui jiwanya.

Random StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang