24

504 50 0
                                        

.




.



.

Setelah selesai menghubungi divisi B, Sasuke segera meninggalkan tempat pertemuannya dengan Fugaku. Sasuke melirik sekilas pesan yang dikirim Sakura, Sakura mengatakan ingin bertemu. Sayang sekali saat ini Sasuke ada urusan penting, sehingga dia menolak keinginan Sakura. Diseberang sana tampak Sakura menggerutu kesal karena ditolak.

Kini Sasuke tiba di ruangan yang pencahayaannya sangat redup. Samar-samar terlihat ada banyak alat penyiksaan disana. Ruangan ini terlihat menakutkan. Kedatangan Sasuke langsung disambut senyum misterius Kakashi, dengan santai Pria itu menunjukkan untaian rantai yang dipegangnya.

"Rantai ini sudah siap mengikat tuan Haruno dan putranya," lontar Kakashi dengan ekspresi datar. Sasuke tersenyum penuh arti.

"Tua bangka itu tidak ingin terlibat, makanya menyuruhku menangani mereka," sinis Sasuke.

Kakashi meletakkan rantai itu dilantai. "Biar bagaimanapun tuan Haruno adalah anggota inti Marax, kalo tuan Fugaku ikut terlibat bisa berbahaya."

"Benar-benar memandang kedudukan."

"Kamu bukan anggota inti, jadi mungkin karena itu tuan Fugaku ingin kamu yang menanganinya." Kakashi mencurahkan pendapatnya.

Sasuke diam, dia melirik rantai yang tadi dilepas Kakashi. Entah kenapa saat ini dia merasa ada sesuatu yang janggal. Apa ini berhubungan dengan Sakura? Secara Makoto dan Sasori adalah keluarga wanita itu. Kalo dia kehilangan mereka bukankah itu akan sangat menyakitkan?

"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Kakashi bingung. Spontan Sasuke menjawab.

"Aku hanya sedang berpikir bukankah Sakura akan kena dampak?" Pernyataan ini sontak mengundang raut kebingungan dari Kakashi. Pria itu menatap Sasuke tak percaya, bagaimana bisa disaat seperti ini Sasuke memikirkan Nona Haruno. Ada yang tidak beres.

Kakashi memasang wajah datar. "Pelaku tetaplah pelaku, kamu jangan memberi mereka keringanan hanya karena rasa cinta," peringat Kakashi.

Sasuke mendelik. "Aku nggak cinta sama dia brengsek!" Kakashi tersenyum tipis.

"Kamu bohong Sas, sangat kentara kamu punya perasaan lebih ke nona Haruno itu." Kakashi memilih diam dan hanya berbicara dalam hati.

Sasuke memilih meninggalkan Kakashi yang termenung, ia benci dengan apa yang ia rasakan saat ini. Kata-kata Kakashi tadi seakan menyadarkannya akan sesuatu.

Batin Sasuke merasa ada yang janggal, tapi apa? Apa benar kasus ini se simple itu, entah kenapa Sasuke merasa ini tidak semudah itu. Tidak mungkin seorang Haruno akan sebodoh itu, atau jangan-jangan ia telah terjebak oleh permainan seseorang?

Sasuke menggeleng, untuk saat ini menghukum mereka adalah keputusan terbaik.

.

.

Sasuke termenung dalam ruangannya, ia tampak meminum tequila ditangannya tanpa minat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia merasa se dilema ini, jujur dia benci perasaan ini. Apa yang harus ia lakukan? Makoto dan Sasori adalah kerabat terdekat Sakura, bagaimana reaksi wanita itu nanti. Memikirkannya saja membuat Sasuke pening.

To Eunoia (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang