14. Fairy Tale

8.9K 560 18
                                        


Jangan lupa klik Votes sebelum membaca

Cerita ini hanya akan lengkap di Karya Karsa, Wattpad nantinya hanya untuk media Promosi.

Follow Trnndht di Karya Karsa, sampai ketemu disana.



Laluna sedang berada di taman belakang mension kedua orang tuanya, pertanyaan Mama Lani tentang pengganti Arjunka beberapa saat lalu membuat Laluna berpikir. Apakah ia perlu mencari ganti untuk sekedar melupakan? Tapi, laki-laki menurut Laluna di kehidupannya yang dulu adalah makhluk tidak begitu penting. Jadi, untuk apa mencari pengganti?

Namun, dalam hati Laluna masih penasaran dengan eksistensi seorang Bagaskara Jayvyn dalam hidupnya. Kenapa dia tidak mengingat apapun tentang nama atau wajah seorang Bagaskara dalam kehidupan Laluna sebelumnya, yang kalau Laluna pikir. Wajah Bagaskara tidak akan bisa di lupakan orang begitu saja.

Wajah yang tampan dan dewasa, bukan tampan imut seperti remaja. Pembawaan yang tenang dan tegas, itu sangat tipe Laluna di kehidupan yang lalu. Tanpa sadar, Laluna melengkungkan senyumnya mengingat apa yang terjadi semalam setelah pulang dari Bioskop. Lebih tepatnya, melarikan dari kehoror an mantan bersama yang katanya sahabat.

Flashback

Laluna duduk di kursi sisi pengemudi, dan mobil di kemudikan langsung oleh Bagaskara.

"Jadi, tadi teman atau teman?" Tanya Bagaskara, memecah keheningan di antara mereka.

Laluna menautkan alis, dia berpikir untuk memberi jawaban yang tepat. "Jadi, itu mantan tunangan Luna yang di jodohkan sama Luna" jawab Laluna, memang benar mereka di jodohkan, walau awalnya itu karena keinginan Laluna untuk memiliki Arjunka. Tapi, tidak penting kan orang lain tau.

Bagaskara terdiam, bibirnya bungkam namun otak tampannya bekerja memikirkan hal-hal di luar perkiraan Laluna.

"Terus? Ketemuan disana sama mantan tunangan?" Tanya Bagaskara, tenang. Tapi setiap Bagaskara bicara dengan nada demikian, Laluna merinding.

"Luna sama Arjun udah selesai baik-baik, kami masih berteman dan yah... walaupun agak canggung jadinya" jawab Laluna pelan.

Laluna terdiam lagi, ternyata lebih canggung bersama seorang pria dewasa, berdua dalam mobil.

Laluna memfokuskan pandangannya, melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat. Tidak jauh beda dari kehidupannya sebagai Lorenza, hidup di kota megapolitan yang ramai tapi sendirian. Walau, nyatanya berbeda dengan kehidupan Laluna disini.

Laluna mengerutkan alis saat mobil yang ia tumpangi memasuki komplek perumahannya. "Kakak udah pernah main ke rumah?" Tanya Laluna, manyadari bahwa Bagaskara sudah hafal rumahnya walaupun ia lupa bilang.

"Sepertinya, kita akan semakin sering bertemu sweety pie. Pelan-pelan kamu akan mengingatku"

Flashback OFF

Laluna memejamkan mata, apa ada sequel tentang Laluna yang tidak ia tau? Atau memang ini hidup Laluna tanpa terikat alur?

Mengenal Bagaskara yang mapan dan tampan, membuat hatinya meronta. "Ah, bisa ga sih request jodoh wahai penulis?" Seru Laluna kemudian terkekeh. Jiwa jomblo nya meronta, ingin sekali ia bisa membuat bucin lelaku mapan dan tampan.

Di kehidupan sebelumnya, yang bucin sama dia pas-pas an semua, sesuai standar. Kalau disini, semuanya di atas standar dan membuatnya ingin memiliki setidaknya satu saja pria yang mengejar cintanya dan berakhir saling mencintai. Dia ingin menciptakan hidup bagai fairy tale yang dari dulu di gadang-gadang di dunianya.

Namun, kenyataan mengoyaknya lagi. Seperti lagu Maroon Five di kehidupannya dulu "All those fairy tale are full of shit" ah dia merindukan mendengarkan lagu di dunia lamanya.

Beberapa minggu lagi, alur novel di mulai. Kisah dimana Arjunka bertemu pemilik hatinya dan akan berakhir bahagia. Laluna sudah memantabkan diri tidak ikut terjun langsung mengikuti alur, dia sudah mengatakan pada orang tuanya ketika sarapan pagi tadi. Kalau dia ingin melanjutkan sekolah di sekolah lain.

Tapi, semua tidaklah mudah. Laluna tidak mendapatkan izin untuk berpindah sekolah, apalagi setelah ini dia kelas dua belas. Bertahan sedikit saja, maka dia akan menuntut ilmu walau ke negeri cina. Geseran sedikitlah, mungkin ke Korea bisa jadi pilihan tepat kalau di dalam novel ini ada negara tersebut.

Laluna belum menemukan Halyu di dunia ini, semua artis berbeda, semua lagu berbeda. Hanya bahasa yang sama, namun dia hidup di imajinasi penulis yang ia teruskan sesuai imajinasinya saat ia membaca novel. Tidak ia sangka, dunia ini sangat luas. Jadi, akan ada kemungkinan apa yang dulu ia imajinasikan di dunia nyata, akan menjadi kenyataan di dunia ini. Termasuk figur sempurna yang ia inginkan.

Getaran ponselnya menyadarkan ia dari lamunan, pesan dari Galuh. Mengatakan bahwa ia akan berlibur ke Negara Gamma. Dengan cepat, Laluna dengan cepat mencari tau negara apa itu. Kemudian dia baru menyadari bahwa ia hidup di negara yang maju, bukan lagi negara berkembang. Pantas saja, Sumber Daya Manusia di dunia ini sangat baik. Laluna belum pernah melihat adanya gelandangan selama hidup disini, atau memang tidak ada.

Laluna mengetikkan pesan, mengatakan kalau dia tidak ikut liburan bersama Galuh dan lainnya. Ia merebahkan diri, seketika terbersit keingin tahuan tentang Bagaskara Jayvyn.

Laluna meneguk ludahnya, "yah terlalu tinggi sih kalo ini buat gue, mau yang sempurna tapi ya ga yang begini juga. Ngeri banget jadinya" ucap Laluna bermonolog setelah membaca hampir seluruh artikel mengenai pria yang seharian ini mengisi pikirannya.

Laluna tidak mendapatkan artikel tentang Bagaskara Jayvyn bersama wanita, padahal usianya sudah lebih dari 25 tahun. Sudah melewati krisis quarter of life nya pasti, namun dari tahun ke tahun seluruh artikel hanya membahas tentang bisnis sang Bilioner.

"Ah ga usah kepo deh, ga usah mikirin cowok Lorenza! Lo di sini nebeng hidup doang. Ga usah macem-macem, kalo jatuh sakit" ucap Laluna pada diri sendiri, walau mengatakan hal itu. Laluna tetap memperhatikan kesempurnaan fisik Bagaskara Jayvyn, kesempurnaan otak cemerlangnya dan kesempurnaan hartanya. Oh, jiwa miskin Laluna di kehidupan lalu pun meronta. "Tapi, gue juga ga nolak kalo di jodohin sama dia Wahai Penulis! Bikin gue ga mati jomblo dan kesepian ya" serunya sekali lagi, berharap penulis naskah mendengarnya. Memberikan alur dan cerita yang indah untuknya. Kemudian dia terkekeh sendiri, siapa yang dia ajak bicara?

Ketukan pintu membuat Laluna bersemangat keluar kamar, dia membuka pintu ketika Mama Lani berada di depan kamarnya.

"Daripada di kamar terus, ikut Mama Shopping yuk" ucap Mama Lani membuat Laluna mengangguk antusias, 'Kapan lagi kan shopping ga bingung bayar pake cicilan berapa bulan?' Batin Laluna.

Laluna dengan cepat bersiap, celana high waist di padukan dengan crop top menampilkan bentuk tubuh sempurna Laluna. Rambut panjangnya, ia biarkan terurai. Menyemprotkan parfum manis yang membuatnya ingin makan kue. Sepatu kets yang nyaman, memudahkan ia berjalan. Dan, Laluna siap menyuapi jiwa miskinnya yang kelaparan untuk berbelanja sepuasnya.




 Dan, Laluna siap menyuapi jiwa miskinnya yang kelaparan untuk berbelanja sepuasnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


- T B C -
Karya karsa sudah part 18.

21 September 2023

The Antagonist's Second ChanceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang